Program Semanis Madu (Selasa Melayani Semua, Mudah dan Terpadu) yang digelar Pemerintah Kalurahan Condongcatur kembali menjadi magnet pelayanan publik. Pada Selasa 4 Agustus 2026 di kompleks Kalurahan Condongcatur. Dipadati masyarakat yang memanfaatkan 14 layanan publik terpadu dari berbagai instansi pemerintah, lembaga, perbankan, dunia pendidikan, hingga pelaku UMKM. Ramainya aktivitas pelayanan membuat suasana kompleks kalurahan tampak layaknya pasar layanan publik, tempat masyarakat dapat mengurus berbagai kebutuhan dalam satu lokasi.
Tingginya antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi. Warga tidak hanya berasal dari Kalurahan Condongcatur, tetapi juga dari berbagai wilayah di Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta, Bantul, bahkan Kabupaten Kulon Progo. Mereka datang untuk memanfaatkan berbagai layanan yang tersedia, khususnya layanan administrasi kendaraan, kesehatan, dan perbankan.
Pada pelaksanaan Selasa pertama bulan Agustus tersebut, sebanyak 14 layanan publik hadir melayani masyarakat, yakni Samsat Si Jelita (Sistem Jemput Lima Tahunan), Samsat Tahunan, Perpanjangan SIM A dan C Ditlantas Polda DIY, Service Motor Ahass SPS dengan potongan harga 50 persen, mobil kas keliling Bank Sleman, open booth Bank Mandiri, Bus ATM Bank BPD DIY, BPJS Kesehatan, dispensasi persetujuan bangunan gedung (PBG/IMB) dari DPMPTSP Kabupaten Sleman, konsultasi hukum gratis LBH SIKAP Yogyakarta, BNN merapat, STBA LIA Yogyakarta Goes To Kalurahan, pemeriksaan mata gratis dan promo kacamata dari Optik General, serta layanan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hasil kerja sama BKAD Kabupaten Sleman dan Bank Mandiri.
Selain layanan pemerintahan, kegiatan juga menghadirkan sedikitnya tiga pelaku UMKM unggulan, yakni Thiwul Ayu Aneka Rasa “Mbok Sum Mangunan”, lapak alat pertanian dan perkebunan “Omah Besi”, serta bursa batu akik “Tedjo Kayu Wingit”. Beberapa pedagang musiman (pedagang tiban) juga turut meramaikan kawasan layanan sehingga suasana semakin hidup dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Data sementara menunjukkan tingginya tingkat pemanfaatan layanan. Layanan Perpanjangan SIM Ditlantas Polda DIY melayani sekitar 63 pemohon, sedangkan Samsat Sleman mencatat sekitar 110 pemohon yang mengurus perpanjangan pajak kendaraan bermotor, baik sepeda motor maupun mobil. Layanan BPJS Kesehatan juga dipadati masyarakat sejak pagi hingga siang hari.
Koordinator Program Semanis Madu Condongcatur Wasana mengatakan, konsep pelayanan terpadu tersebut dirancang untuk menghadirkan berbagai layanan dalam satu lokasi sehingga masyarakat tidak perlu berpindah-pindah kantor.
“Setiap hari Selasa kami menghadirkan layanan dari berbagai instansi secara bergiliran maupun rutin. Masyarakat cukup datang ke Kalurahan Condongcatur untuk mengurus berbagai kebutuhan administrasi, kesehatan, hukum, pendidikan, perbankan, hingga layanan UMKM. Harapan kami pelayanan publik semakin mudah dijangkau, lebih cepat, dan efisien,” ujar Wasana.
Wasana menjelaskan, beberapa layanan seperti Perpanjangan SIM, Samsat tahunan, konsultasi hukum LBH SIKAP, BNN Merapat, Bank Sleman, dan Bank Mandiri hadir secara rutin setiap Selasa. Sementara Dispensasi PBG/IMB dari DPMPTSP Sleman dijadwalkan dua kali setiap bulan, sedangkan BPJS Kesehatan, Service Motor Ahass, serta pemeriksaan mata gratis hadir bergiliran sesuai jadwal masing-masing mitra.
Program donor darah bekerja sama dengan PMI Kabupaten Sleman juga menjadi agenda rutin setiap tiga bulan sekali. Pelaksanaan berikutnya dijadwalkan pada Selasa, 11 Agustus 2026, dengan dukungan berbagai mitra yang menyediakan doorprize, antara lain Bank BPD DIY, Bank Sleman, jaringan Ahass, Kimia Farma, dan sejumlah sponsor lainnya.
Khusus pada Selasa minggu pertama setiap bulan, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan Samsat Si Jelita (Sistem Jemput Lima Tahunan) yang melayani perpanjangan pajak kendaraan lima tahunan dengan syarat kendaraan dihadirkan untuk pemeriksaan fisik nomor mesin dan nomor rangka oleh petugas.
Tidak hanya menghadirkan pelayanan administrasi, Semanis Madu juga menjadi ruang promosi UMKM lokal. Mukhlisin Mustofa, pemilik Omah Besi, mengaku senang dapat membuka lapak alat pertanian di lingkungan kalurahan.
“Menurut saya, ini inovasi yang luar biasa. Jarang ada kantor pemerintahan yang memberikan ruang bagi pelaku usaha alat pertanian untuk ikut melayani masyarakat. Selain membantu promosi usaha, masyarakat juga lebih mudah memperoleh kebutuhan alat pertanian dan perkebunan,” ujar Mukhlisin.
Sementara itu, Sarmijan, pelaku UMKM Thiwul Ayu Aneka Rasa “Mbok Sum Mangunan” asal Padukuhan Lemahabang, Kalurahan Mangunan, Kapanewon Dlingo, Bantul, mengaku bersyukur karena dagangannya selalu mendapat sambutan baik.
“Pelanggan banyak yang sudah memesan melalui WhatsApp sebelum hari pelaksanaan. Mereka tinggal mengambil pesanannya di Kalurahan Condongcatur. Alhamdulillah, hari ini sekitar 60 dus thiwul berhasil terjual,” kata Sarmijan.
Ramainya masyarakat yang datang dari berbagai daerah, tingginya jumlah pemohon layanan, serta kolaborasi lintas instansi dan UMKM menunjukkan bahwa Semanis Madu telah berkembang menjadi salah satu inovasi pelayanan publik yang efektif di Kabupaten Sleman.
Dengan mengusung semangat “Condongcatur Melayani, Mudah, Dekat, Cepat dan Terpadu”, Pemerintah Kalurahan Condongcatur terus membangun pelayanan publik yang inklusif, kolaboratif, dan berorientasi pada kemudahan masyarakat. Program diharapkan menjadi inspirasi bagi penyelenggaraan pelayanan publik terpadu yang semakin berkualitas, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat. (*)






