LAYANAN ibadah haji tahun ini mulai dari pemberangkatan, penginapan, makanan hingga fasilitas pemerintah Arab Saudi bertambah baik dan nyaman walau masih cukup banyak kekurangan. Namun semua jamaah tetap menyukurinya.
Hal itu disampaikan Ketua Kafilah Haji KBIH Aisyiyah Kulonprogo Ustaz Dr Tohari S,sy STh.I M.S.I Selasa 8 Juli 2025.
Pengasuh Pesantren Darul Quran Imam Asy Syafii Wates menuturkan, perjalanan ibadah haji tahun ini lebih baik dan penuh dengan ujian khususnya selama di Mekah dan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina). Jamaah dibekali kartu nusuk, kartu identitas resmi jamaah haji selama di Arab Saudi. Kartu tersebut tak ubahnya kartu sakti sebagai identitas sekaligus sebagai tiket masuk ke dalam area-area ibadah haji. Tanpa menunjukkan kartu nusuk tak bisa masuk area seperti Masjidil Haram dan lainnya di area haji walaupun mukim di Arab Saudi.
“Jamaah kloter 68 SOC khususnya yang tergabung dalam kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH) Aisyiyah semua sehat dan pulang lengkap. Jamaah Termuda Rafi usia 19 tahun dari Kapanewon Galur. Tertua bapak Hadi asal Kapanewon Galur,” imbuh Tohari.
Jamaah haji umumnya sudah menjalani masa tunggu keberangkatan dari 2012. Terjeda Covid 2 tahun dan baru berangkat ke Tanah Suci pada 2025. Mundur dari seharusnya berangkat 2022.
“Istri daftar 2017 mestinya terjadwal berangkat 2038. Namun terbantu program pendampingan mahrom dari pemerintah bagi pasutri dengan masa tunggu di atas lima tahun,” jelas Tohari.
Tohari menjelaskan, rukun haji ada enam: ihram, wukuf di Arafah, tawaf, tahalul dan tertib.
Ihram seperti halnya takbiratul ihram dalam salat. Menandai jamaah sudah niat menjalankan ibadah haji. Untuk jamaah haji Indonesia yang masuk gelombang dua ihram di ya lamlam di atas pesawat dan ada pula di Bandara King Abdul Aziz Jedah. Prosesi selanjutnya wukuf sebagai puncak haji dimulai di Arafah, Muzdalifah, Mina. Sesudah niat dan tiba di Mekah melaksanakan tawaf wajib.
“Dari hotel dibawa ke Arafah menunaikan wukuf pada 9 Dzulhijah merupakan puncak hajinya. Ditempat paling ijabah, semua doa pribadi dan titipan doa dibaca di Arafah. Memasuki waktu Magrib diangkut ke Muzdalifah bermalam baru ke Mina,” terangnya.
Di Muzdalifah mencari kerikil buat lempar jamarot dan mabit (bermalam di Muzdalifah). Lalu didorong ke Mina. Selama di Mina terbagi dua kelompok. Paling dulu nafar awal sampai 12 Dzulhijah. Nafar tsani sampai 13 Dzulhijah.
Setelah diangkut ke Makkah dari Mina lalu jamaah melakukan tawaf ifadhah, tawaf 7 kali wajib dan sai 7 kali putaran di Masjidil Haram.
Selesai melakukan ibadah tawaf ifadhah, satu hari sebelum ke Kota Madinah jamaah haji kloter 68 SOC Kulonprogo melakukan tawaf wada’, tawaf perpisahan. “Alhamdulillah lancar, sambil menunggu penjemputan dan pengantaran ke kota Madinah,” timpalnya.
Sampai di Kota Madinah hotelnya sangat baik dan kloter 68 SOC, Kulonprogo satu hotel. Ibadah paling banyak menjaga salat 5 waktu secara berjamaah di Masjid Nabawi selama 7 hari. Kegiatan selanjutnya antara lain ziarah ke tempat bersejarah dan ke makam Nabi Muhammad Saw, berdoa di Roudhoh.
10 Hikmah Ibadah Haji
Ustaz Tohari menjelaskan, hikmah haji adalah pelajaran dan manfaat spiritual, sosial, dan pribadi yang diperoleh dari ibadah haji. Ibadah haji bukan hanya sekadar kewajiban agama, tetapi juga sarana untuk meningkatkan keimanan, kesadaran diri, dan mempererat persaudaraan antarumat Islam. Berikut beberapa hikmah haji:
1. Penyucian Diri dan Pengampunan Dosa
Haji dianggap sebagai kesempatan untuk membersihkan diri dari dosa-dosa masa lalu dan memulai lembaran baru dalam kehidupan spiritual.
2. Peningkatan Keimanan dan Ketakwaan
Melalui ibadah haji, seorang Muslim dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah, meningkatkan keimanan, dan ketakwaannya.
3. Pengingat Kebesaran Allah
Ibadah haji mengingatkan umat Muslim akan kebesaran dan kekuasaan Allah SWT, serta kerapuhan manusia.
4. Persatuan Umat Islam
Berkumpulnya jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia di Mekkah dan Madinah mengajarkan persatuan dan kesetaraan, tanpa memandang perbedaan suku, bangsa, atau status sosial.
5. Meneladani Kisah Nabi Ibrahim
Ibadah haji juga menjadi pengingat akan kisah Nabi Ibrahim dan keluarganya, serta pelajaran tentang ketaatan, kesabaran, dan keikhlasan dalam menjalankan perintah Allah.
6. Pembentukan Karakter
Ibadah haji melatih kesabaran, ketahanan, dan kedisiplinan dalam menghadapi berbagai ujian dan tantangan selama perjalanan ibadah.
7. Kesempatan untuk Berdoa dan Mempererat Silaturahmi
Ibadah haji memberikan kesempatan bagi umat Islam untuk berdoa, memohon ampunan, dan mempererat tali silaturahmi dengan sesama Muslim.
8. Merasakan Persaudaraan Umat Islam
Haji adalah momen luar biasa di mana umat Islam dari seluruh dunia berkumpul, menunjukkan persatuan dan persaudaraan yang kuat di hadapan Allah.
9. Memperoleh Pahala yang Besar
Ibadah haji yang mabrur (diterima Allah) dijanjikan pahala yang besar, bahkan setara dengan surga.
10. Memperbaiki Diri
Ibadah haji menjadi momentum untuk introspeksi diri, memperbaiki diri, dan memperbaharui komitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
“Semoga semua jamaah haji mampu menjaga kemabruran dan membawa kemajuan masyarakat sekitarnya, kedamaian dan barakah dunia akhirat,” pungkasnya. (Sukron)








