Wajan Raksasa Jadi Obyek Wisata

 Wajan Raksasa Jadi Obyek Wisata

Lokasi penemuan wajan raksasa menjadi obyek wisata. (Foto: Wiradesa)

BANTUL – Lokasi penemuan wajan raksasa di Dusun Kretek Lor, Kelurahan Jambidan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini menjadi obyek wisata. Pada Sabtu 4 September 2021, sejak pagi hari warga berduyun-duyun mendatangi tempat yang rencananya akan dibangun lapangan bermain anak-anak.

Warga sekitar memanfaatkan keramaian pengunjung, dengan membuka warung, menyediakan lahan parkir, dan menaruh kotak amal untuk membangun tempat ibadah. Penemuan wajan raksasa yang diduga peninggalan zaman Belanda menjadi berkah bagi warga Jambidan dan sekitarnya.

Lokasi penemuan wajan raksasa berdiameter sekitar 2,5 meter dan tinggi 1 meter berada di area sentra pembuatan batu bata di Jambidan. Tempat ini mudah dijangkau dan menarik untuk jalur sepeda santai, makanya banyak pengunjung yang datang secara berombongan dengan naik sepeda.

“Kami penasaran ingin melihat wajan raksasa. Ternyata jalan menuju lokasi, cukup enak untuk bersepeda,” ujar Siti Mulyani, seorang ibu yang datang bersama komunitas sepeda santai dari Prambanan. Pesepeda bisa menikmati pemandangan indah dan menarik dengan banyaknya gubuk untuk tempat pembakaran batu bata.

Lurah Jambidan Zubaidi menjelaskan wajan raksasa yang ditemukan warga saat menggali tanah dengan backhoe pada Selasa (31/8/2021) sore sekitar pukul 17.00 sampai Sabtu masih di lokasi penemuan. Warga meminta agar wajan raksasa tidak dievakuasi, biar menjadi ikon baru di lapangan bermain anak yang akan dibangun.

Jika ada wajan raksasa, maka lapangan bermain anak-anak besok akan ramai. Apalagi jalur menuju lokasi wajan raksasa cukup bagus dan pemandangan pembuatan batu bata juga menarik untuk para wisatawan.

Warga meminta wajan raksasa tidak direlokasi atau dipindahkan tempatnya. (Foto: Wiradesa)

Penjual di warung dekat penemuan wajan raksasa, Anita juga mendukung warga agar wajan raksasa tidak dipindahkan. Karena dengan penemuan wajan raksasa, warga mendapat berkah. “Sebelum ditemukan wajan raksasa, kami sudah jualan di sini. Dulunya kami jualan sampai jam tiga sore. Tapi setelah ada penemuan wajan raksasa, kami jualan sampai jam lima sore. Karena masih banyak yang beli makanan dan minuman,” jelas Anita kepada wiradesa.co, Sabtu 4 September 2021.

Baca Juga:  Pengembangan Kawasan Mina Padi Polaman Mengarah pada Konsep Ekowisata

Anita menjelaskan sebenarnya orangtua-orangtua dulu sudah banyak yang tahu kalau di situ ada wajan raksasa. Bahkan tidak jauh dari situ ada batu gilang yang menurut ceritanya sering terdengar suara tangis. “Watu gilangnya berada di selatan tempat pembakaran batu bata,” ungkap Anita.

Melintas di lokasi penemuan wajan raksasa terlihat pemandangan menarik di sekitarnya. Ratusan gubuk tempat pembakaran batu bata dan kepulan asap membumbung tinggi, terlihat khas dan ini bisa menjadi sajian menarik bagi wisatawan. Bagaimana mengemas potensi ini menjadi paket wisata, sangat bergantung pada anak-anak muda di Jambidan. (Ono)


Tonton video Wajan Raksasa

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: