SJD  

25 Anak Muda Gunungkidul Disiapkan Menjadi “Content Creator” Jurnalisme Pangan

Usaha pertanian terpadu dengan system aquaponic di Studio Tani Kalisuci, atas tanaman selada, bawah budidaya lele. (Foto: Wiradesa)

SEDIKITNYA 25 anak muda dari berbagai kalurahan di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, disiapkan menjadi “content creator” jurnalisme pangan. Pada langkah awal, mereka akan mengikuti Sekolah Jurnalisme Desa di Studio Tani Kalisuci, 27 – 28 Mei 2023, selanjutnya membuat karya jurnalistik berbasis pangan, tentang potensi desanya.

Karya jurnalistik itu tidak hanya teks (tulisan berita) saja, tetapi juga gambar (foto), tulisan, suara dan gambar (video), serta data bergambar (grafis). “Kami akan menggembleng karakter anak-anak muda desa, untuk giat belajar, berkarya, dan berbagi tentang potensi desanya,” tegas Sihono HT, Founder Wiradesa Group, Jumat 19 Mei 2023.

Wiradesa Group kini mengelola tiga media siber, yakni Wiradesa.co yang fokus ke desa, Mandiripangan.com yang fokus ke pangan, dan Tunggal.co yang fokus ke nilai-nilai Pancasila. Nantinya karya para peserta SJD akan dipublikasikan di tiga media siber tersebut dan juga bisa melalui platform media lainnya.

Pemuda desa belajar usaha pertanian terpadu dengan sistem aquaponic di Studio Tani Kalisuci. (Foto: Wiradesa)

Direktur SJD, Ilyasi, menjelaskan Sekolah Jurnalisme Desa sudah dilaksanakan di Kabupaten Kulonprogo pada 11-12 Maret 2023 dan Bantul 15-16 April 2023. Selanjutnya angkatan ke-3 dilaksanakan di Gunungkidul 27-28 Mei 2023. “Rencananya Sekolah Jurnalisme Desa angkatan ke-4 diselenggarakan di Sleman pada Juni 2023,” ujarnya.

Baca Juga:  Peserta Sekolah Jurnalisme Desa #4 Sleman Cetuskan Deklarasi Tebing Breksi

Setiap angkatan, pesertanya dibatasi 25 orang. Namun jumlah pesertanya selalu melebihi quota. Sehingga Tim SJD harus mengupayakan agar antusiasme anak-anak muda desa untuk belajar jurnalistik, tidak terpatahkan. “Selama kami bisa, kami akomodir,” tandas Ilyasi.

Untuk belajar, berkarya, dan berbagi informasi potensi desa, pengelola SJD di Gunungkidul, menghadirkan tiga narasumber kompeten, yakni Lurah Bendung Didik Rubiyanto (Lumbung Mataraman), Tri Madi Wiyono (Studio Tani Kalisuci), dan Sihono HT (Penggagas Jurnalisme Pangan).

Pelaksanaan SJD di Gunungkidul didukung PT Semen Indonesia dan dilaksanakan di Studio Tani Kalisuci, Kalurahan Tambakrejo, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul. Sampai Jumat (19/5/2023) sudah ada 25 orang pendaftar, sesuai dengan quota. (*)

Tinggalkan Komentar