ADA yang menarik untuk dikaji, baik oleh pemerintah maupun lembaga yang berkompeten berkait akan adanya pemberlakukan sertifikat halal bagi UMKM sebelum Oktober 2024. Karena ada info bahwa setiap UMKM wajib mendapatkan sertifikasi halal khususnya untuk bidang olahan pangan, penyembelihan, minuman, kosmetik, panganan camilan dan lainnya.
Dipastikan kebjikanan tersebut akan menyebabkan para pelaku usaha UMKM kelimpungan. Pemerintah sebaiknya bijaksana melihat kenyataan, banyak yang harus dibantu dan dibenahi dalam bisnisnya para UMKM sehingga dapat naik kelas, dapat lebih tertata dan pasti bermanfaat bagi pelaku dan masyarakat.
“Kami yang ada di Masyarakat Ekonomi Syari’ah atau MES DIY sangat mendukung program wajib bersertifikat halal bagi UMKM, tetapi harus bijaksana melihat kenyataan usaha dan bisnis saat ini,” kata Drs Heroe Purwadi, M.Si Ketua MES DIY saat syawalan MES dan ICMI DIY di Balaikota Yogyakarta Sabtu 13 Mei 2023.
Menurut Heroe, MES DIY tidak memiliki kewenangan untuk mengeluarkan sertifikat halal, tetapi sangat mendukung dan menjadi jembatan untuk pengusaha UMKM memperolehnya. “Kami telah memberikan bantuan untuk pengurusan sertifikat halal secara gratis,” tambah Heroe.
Hal itu dilakukan karena masalah paling banyak ditemui adalah ketidakmampuan dan ketidakmauan pelaku UMKM untuk “berinvestasi” dengan mengeluarkan uang guna mendapatkan sertifikat halal produknya.
Padahal, lanjut Heroe yang mantan Wakil Walikota Yogyakarta ini, dengan mendapatkan sertifikat halal dipastikan produknya akan mendapat jaminan dan menjadi acuan konsumen memilih produk itu. “Halal itu menentramkan, menyehatkan, sangat bermanfaat dunia akherat dan pasti memberikan keberkahan,” tegasnya.
Sementara Sekum MES Edi Sunarto mengatakan, syawalan 1444 H yang mengangkat tema menjaga spirit ramadhan dengan terus membangun jiwa dan raga ini diikuti juga oleh peserta arisan MES dan para ahli keuangan syari’ah.
Harapannya, masyarakat semakin memahami bahwa segala produk halal harus diupayakan keberadaan di negeri yang mayoritas Muslim ini. Sebab kalau semua produk halal dan mendapat pengakuan kehalalannya lewat sertifikasi halal pasti memberi dampak kebaikan di dalam semua lini kehidupan.
“Jangan-jangan hidup kita mlenceng atau seolah nggak sukses terus, bisa saja karena apa yang kita makan tidak halal dalam banyak hal,” tandas Edi.
Pada kesempatan syawalan yang juga dihadiri Gusti Prabu Kusumo, Herry Zudianto, Prof Edy Sandi Hamid, Romo Achmad Charis Zubair, pengusaha hotel syari’ah berbintang Hj Rohani, dan pemilik swalayan terbanyak pribumi muslim Hj Pamella Sunardi Sahuri. Sedangkan tausiah disampaikan Dr. dr H Sagiran S.pB (KL)., M.Kes.
Dalam tausiyahnya Dokter Sagiran mengungkap hal-hal ghoib yang banyak terjadi saat ini. Misal soal keberadaan santet, orang kesurupan, sihir dan lainnya yang masih eksis dan diyakini di era yang sudah maju ini, ada dan masih ada yang meyakininya karena kurang kuat keimanan dan ketaqwaan kepada Allah.
Dokter bedah spesial kepala dan leher ini mengingatkan kepada masyarakat untuk Kembali ke Sang Pencipta, Allah SWT. “Kalau kita deket kepada Allah niscana kekuatan sihir jin dan syetan akan terpental dengan sendirinya,” tegas Sagiran. (*)







