Zaenal Arifin, warga Congkrang, Muntilan, sudah tujuh tahun menekuni tanaman Kelengkeng. Dengan ketekunannya itu, dia paham dengan lahan yang cocok untuk pohon Kelengkeng, pemilihan bibit, cara pemeliharaan, dan upaya agar tanaman Kelengkeng cepat berbuah.
Sudah dua tahun ini, Zaenal Arifin dipercaya Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Banjarharjo Kalibawang untuk menangani pemeliharaan ribuan tanaman Kelengkeng di Tanah Kas Desa (TKD) Banjarharjo. “Di sini, kami menanam 1.270 pohon Kelengkeng,” ungkap Zaenal Arifin.
Lahan yang ditanami pohon Kelengkeng tersebut seluas lima hektar atau 50.000 meter persegi. Rencananya area kebun itu, nantinya akan dijadikan kawasan Agro Eduwisata. Wisatawan bisa belajar budidaya tanaman Kelengkeng dan petik buah langsung ke kebun.
Lahan
TKD Banjarharjo yang sekarang untuk kebuh buah Kelengkeng dulu ditanami tebu. Biasanya lahan bekas tebu itu tingkat kesuburannya rendah. “Dulu tanah di sini Ph-nya kurang dari 6 hanya 4. Jadi kurang layak untuk ditanami tanaman buah,” ujar Zaenal Arifin.
Menurut dia, tanah yang bagus untuk ditanami tanaman buah itu minimal Ph-nya 6. Untuk tanaman Kelengkeng, ketinggian tanah idealnya 400 meter di atas permukaan laut (mdpl), dan sinar matahari cukup.
Tanaman Kelengkeng menyukai tanah yang gembur, kaya bahan organik, memiliki drainase yang baik, serta curah hujan antara 1.500 sampai 3.000 mm per tahun. “Jika tanahnya keras, bekas tanaman tebu, maka harus diolah dulu agar subur, antara lain diberi kapur dan pupuk organik,” papar Zaenal Arifin.
Bibit
Bibit Kelengkeng itu bervariasi, tergantung jenis dan besar kecilnya tanaman bibit Kelengkeng. Jika bibit sudah besar maka cepat berbuah, tapi harganya relatif mahal, sekitar Rp 150.000 per satu bibit. Biasanya satu tahun berbuah. Jika bibitnya kecil, maka harganya relatif murah dan sekitar 2,5 tahun berbuah.
Zaenal Arifin kini fokus pada jenis Kelengkeng New Kristal. Karena Kelengkeng jenis ini, dagingnya tebal, rasanya manis, tahan lama, dan bisa tahan 7 sampai 10 hari. Berbuah sewaktu-waktu, bisa diprogram 1 bulan panen.
Tanaman buah Kelengkeng terdiri dari berbagai jenis, antara lain Kelengkeng New Kristal, Kelengkeng Matalada/Hawai, Kelengkeng Merah (Ruby Loman), Kelengkeng Pingpong, Kelengkeng Diamond River, Kelengkeng Aroma Durian, dan Kelengkeng Itoh.
Kelengkeng New Kristal merupakan varietas premium dengan daging buah tebal, kering, dan manis (mencapai 21 skala brix). Sedangkan Kelengkeng Matalada/Hawai, jenis unggul dengan ukuran biji sangat kecil (seukuran lada), daging tebal, dan rasa manis legit.
Selanjutnya Kelengkeng Merah (Ruby Longan), cirinya unik dengan warna batang, daun, hingga kulit buah merah pekat, serta rasa manis. Untuk Kelengkeng Pingpong, ukuran buahnya besar seperti bola pingpong, berair, dan beraroma kuat.
Jenis Kelengkeng Diamond River keunggulannya sangat produktif, genjah, dan cocok untuk dataran rendah dengan rasa manis segar. Untuk Kelengkeng Aroma Durian, memiliki perpaduan rasa kelengkeng dengan wangi khas durian.
Kelengkeng Itoh merupakan persilangan yang unggul di dataran tinggi/rendah, daging tebal, biji kecil, dan manis. Sedangkan Kelengkeng Kateki, memiliki ukuran buah besar (15-20 gram/buah), rasa manis dan sangat adaptif.

Cara pemeliharaan
Upayakan jarak tanam Kelengkeng, 6 x 6 meter biar kalau tanaman besar tidak bertabrakan. Penuhi nutrisi pohon, agar tanaman Kelengkeng tumbuh sehat. Maka pemupukan harus dilakukan dan disesuaikan dengan usia tanaman.
Zaenal Arifin menyarankan saat mau menanam tanaman buah merencanakan sejak awal. Dengan estimasi menghasilkan dalam waktu 3 sampai 5 tahun. Sebaiknya dalam satu area lahan ditanami tiga tanaman buah, yakni Kelengkeng, Alpokat, dan Durian.
Porsi tanaman, perbandingannya 70 pohon Kelengkeng, 20 pohon Alpokat, dan 10 pohon Durian. Masa berbuahnya untuk Kelengkeng sekitar 2,5 tahun, Alpokat 2 tahun, dan Durian 5 tahun. Sehingga nantinya tidak hanya mengandalkan panen dari dari satu macam pohon buah saja.
Tanaman Kelengkeng, waktu berbuahnya bisa diprogram, disesuaikan dengan permintaan pasar. Caranya dengan diberi Booster. “Kami menjual Booster yang menyebabkan tanaman Kelengkeng cepat berbuat,” tegas Zaenal Arifin.
Cara pemakaian Booster Kelengkeng, larutkan bubuk 250 gram dengan air 8 liter untuk tanaman 4 tahun. Siram pada perakaran di bawah tajuk tanaman secara merata, tunggu 20-30 hari bunga mulai bermunculan.
Zaenal Arifin tidak hanya mendampingi pemeliharaan tanaman Kelengkeng di Banjarharjo saja, tetapi juga di wilayah Sedayu, Sirahan, serta Muntilan dan sekitarnya. Dia fokus di pemeliharaan di lapangan. Tapi juga bisa membantu untuk penjualan hasil panen Kelengkeng.
Permintaan buah Kelengkeng cukup banyak. Ada pedagang yang sering menghubungi Zaenal Arifin membutuhkan buah Kelengkeng setiap 3 hari 1 ton, dan seminggu 2 ton. Jadi penanaman pohon Kelengkeng mempunyai prospek bisnis (ekonomi) yang bagus. Tanam Kelengkeng rezeki mentereng. (Ono)








