Awas! Produksi Ikan Lele Pada Juli 2026 Terjadi Penurunan

Pengelola Pokdakan “Alam Tirto” sedang bermusyawarah usai melayani pembeli lele di Kolam Padukuhan Duwet 2 Banjarharjo, Kalibawang, Kulonprogo. (Foto: Wiradesa)

Diperkirakan pada bulan Juli 2026 akan terjadi penurunan produksi ikan lele di wilayah Kulonprogo. Sementara permintaan ikan lele dari pedagang maupun perorangan terus meningkat. Sehingga pembudidaya ikan lele harus menemukan cara agar kebutuhan pasar terpenuhi.

Prediksi penurunan produksi pada Juli 2026 itu dikemukakan Ketua Asosiasi Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Kulonprogo, Mokhamad Kharir, saat berdiskusi dengan Wiradesa.co di Sekretariat Pokdakan “Alam Tirto” dan “Mina Sejahtera” Padukuhan Duwet 2 Kalurahan Banjarharjo, Kapanewon Kalibawang, Minggu 10 Mei 2026.

Menurut Mokhamad Kharir, penurunan produksi ikan lele itu ditentukan dari sulitnya mencari bibit lele sekarang ini. Masa pemeliharaan lele sampai panen, umumnya sekitar 3 bulan. Jika awal Mei, bibit lele kurang atau sulit, maka bulan Juli bisa dipastikan produksi lele akan kurang atau sedikit.

Mokhamad Kharir yang juga Ketua Pokdakan “Alam Tirto” dan “Mina Sejahtera” mengungkapkan dua pokdakan itu, selama ini menghasilkan 3 kuintal lele setiap hari untuk memenuhi permintaan pedagang. Jika produksinya menurun, maka harus mencarikan lele dari pokdakan yang ada di sekitar Padukuhan Duwet atau di wilayah Kalurahan Banjarharjo.

Baca Juga:  Iis Sosok Kartini Masa Kini, Jalankan Mesin Traktor Demi Bantu Orangtua

Selama ini ada 6 pedagang yang mengambil lele di Pokdakan “Alam Tirto” dan “Mina Sejahtera”. Para pedagang tersebut sekali ambil sekitar 3 kuintal dan menjual ke pedagang pasar dan penjual pecel lele di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dua Pokdakan tersebut mengelola kolam-kolam di wilayah Padukuhan Duwet 2. Pokdakan Alam Tirto mengelola 62 kolam yang terdiri dari 55 kolam bulan (D3 atau berdiameter 3 meter) dan 7 kolam kotak (berukuran 4 x 6 meter). Kelompok ini beranggota 11 orang, meliputi 3 anggota aktif/pengelola dan 8 anggota pasif.

“Anggota aktif mendapat pemasukan dari bagi hasil penjualan lele. Sedangkan anggota pasif dari deviden atau setahun sekali berupa tunjangan hari raya,” ujar Mokhamad Kharir.

Sedangkan Pokdakan “Mina Sejahtera” beranggotakan 10 orang, terdiri dari 6 anggota aktif dan 4 anggota pasif. Anggota aktif mengelola 80 kolam bulat (D3) dan 24 kolam bulat (D2). Kolam berdiameter 2 meter untuk pembibitan, sedangkan kolam berdiameter 3 meter untuk pembesaran.

Pengambilan ikan lele di kolam Pokdakan “Alam Tirto” Padukuhan Duwet 2 oleh pedagang, Minggu (10/5/2026). (Foto: Wiradesa)

Produksi Pokdakan “Alam Tirto” dan “Mina Sejahtera” sekitar 3 sampai 5 kuintal per hari. Ada 6 pedagang yang membeli ikan lele di dua kelompok yang kolam-kolamnya berada di Padukuhan Duwet 2.

Baca Juga:  Pemkab Purbalingga Antisipasi Lonjakan Wisatawan, Saat Libur Nataru

Pada Sabtu siang ada pedagang lele dari Nanggulan, Minggir, Sleman, yang membeli 3 kuintal. Pedagang ini melayani para pedagang pasar dan penjual pecel lele di wilayah Yogyakarta.

Usai melayani pedagang, anggota aktif Pokdakan “Alam Tirto” dan “Mina Sejahtera” berkumpul di sekretariat, untuk menyerahkan laporan, dan bermusyawarah mengatasi persoalan yang dihadapi.

Untuk mengatasi kemungkinan kekurangan ikan lele, pengelola berusaha, antara lain memotivasi anggota Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Wanita untuk lebih bersemangat berbudidaya ikan lele. Berapapun produksinya atau hasil panennya, pasti akan dibeli oleh pedagang, relasi Pokdakan “Alam Tirto”. (Ono)

Tinggalkan Komentar