Advertisement
HAWS
SCROLL TO CONTENT ↓

Hadir di Yogya, OEC Dukung Masyarakat Menggunakan Perangkat Kesehatan Secara Akurat dan Optimal

Direktur Omron Healthcare Indonesia Tomoaki Watanabe menyampaikan perihal layanan Omron Experience Center (OEC) di Yogyakarta. (Foto: Wiradesa)

YOGYAKARTA-Angka penderita hipertensi di DIY terhitung masih tinggi. Catatan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menyebutkan, prevalensi hipertensi berdasar pengukuran tekanan darah pada penduduk usia di atas 18 tahun di DIY mencapai 31,8 persen. Angka tersebut lebih tinggi bila dibanding dengan prevalensi nasional sebesar 30,8 persen.

Catatan lain, data Heart Dinkes Kota Yogya hingga Juli 2026 memperkirakan terdapat 97.362 penduduk usia di atas 15 tahun dengan hipertensi. Dari pasien hipertensi yang terdaftar 44,90 persen tidak tercatat memiliki kunjungan kunjungan dalam 12 bulan terakhir. Hal itu menunjukkan persoalan hipertensi memiliki tantangan dalam menjaga kesinambungan pemantauan dan pengelolaan penyakit yang acapkali disebut sebagai silent killer.

Ketua Pokja Hipertensi Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki) dr Bagus Andi Pramono Sp JP FIHA mengatakan, hipertensi dapat dipicu beberapa faktor. Mulai pola konsumsi tinggi garam, penyedap makanan, tingginya tingkat stres dan faktor gaya hidup lainnya.

“Tekanan darah bersifat dinamis sepanjang hari. Karena itu penting dipantau secara konsisten. Pasalnya hipertensi sering terjadi tanpa gejala. Bila tekanan darah sering tinggi maka dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah pada sejumlah organ tubuh seperti ginjal dan jantung,” ucap Bagus Adi Pramono saat menjadi narasumber pada acara pengenalan Omron Experience Center (OEC) di Yogyakarta, Kamis 20 Agustus 2026.

Baca Juga:  INFOGRAFIS – Kecanggihan Fitur TV Digital yang tak Dimiliki TV Analog

Hipertensi, lanjut Bagus, berisiko menyebabkan gangguan stroke tiga kali lebih besar apabila tak ditangani dengan baik termasuk dengan mengubah pola gaya hidup. Dia menambahkan, hipertensi membutuhkan pengelolaan jangka panjang. Baik melalui fasilitas kesehatan maupun di rumah.

“Tekanan darah dapat berubah dari waktu ke waktu. Pemantauan tekanan darah berkala penting untuk melihat apakah tekanan darah berada dalam target dan bagaimana respons seseorang terhadap pengobatan. Pemantauan di rumah akan membantu memberi gambaran tekanan darah dalam aktivitas sehari-hari. Terutama bila dilakukan dengan perangkat yang tervalidasi dan metode pengukuran yang benar,” jelasnya.

Hasil pengukuran tekanan darah di rumah dapat menjadi tambahan informasi bagi tenaga kesehatan dalam mengevaluasi kondisi pasien. “Tidak hanya mengetahui angka tekanan darah tetapi juga perlu mengetahui cara mengukur tekanan darah yang benar. Hasilnya dapat dicatat secara konsisten sehingga dapat disampaikan saat konsultasi dengan tenaga kesehatan,” ungkapnya.

Menurut Direktur Omron Healthcare Indonesia Tomoaki Watanabe kehadiran Omron Experience Center di Yogyakarta membuka akses layanan untuk mendukung penggunaan perangkat kesehatan secara tepat dan menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan pemantauan kesehatan secara berlelanjutan.

Baca Juga:  Alpukat Kendil Rasa Enak Harga Mahal

“Kami berkomitmen untuk membantu masyarakat menurunkan risiko stroke dan serangan jantung melalui pencegahan dan pemantauan kesehatan,” ujar Tomoaki Watanabe.

Dikatakannya, pengelolaan hipertensi memerlukan pemantauan secara konsisten termasuk ketika masyarakat melakukan cek tekanan darah mandiri di rumah. Melalui kehadiran Omron Experience Center yang bekerja sama dengan Datascrip di Yogyakarta, pihaknya berupaya mendekatkan akses layanan servis dan kalibrasi sekaligus mendukung masyarakat agar dapat menggunakan perangkat kesehatan secara akurat dan optimal.

Di Omron Experience Center, masyarakat Yogyakarta dapat melakukan perbaikan dan kalibrasi perangkat Omron. Masyarakat juga dapat memperoleh informasi dan mencoba berbagai perangkat kesehatan Omron seperti tensimeter digital, monitor komposisi tubuh, nebulizer, perangkat manajemen nyeri dan termometer digital. (Sukron)

Tinggalkan Komentar