Anak Bajang Rambut Gimbal Titisan Nyai Roro Ronce dan Kyai Kolodete Penguasa Dieng

Misteri anak bajang berambut gimbal di dataran tinggi Dieng. (Foto: Istimewa)

SELALU ada cerita mistis di balik destinasi wisata di Indonesia. Fenomena ini tidak pernah terjelaskan secara ilmiah. Namun dipercaya masyarakat sekitar dan mitos tersebut justru memperkuat nilai tawarnya sebagai tempat tujuan wisata.

Cerita mistis yang sampai sekarang masih melegenda di balik destinasi wisata, salah satunya mitos Anak Bajang Rambut Gimbal di dataran tinggi Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah. Wartawan Wiradesa.co, Sabtu 12 November 2022, menelusuri dan mendapat informasi tentang keberadaan anak berambut gimbal di Dieng.

Ada tiga destinasi wisata yang banyak didatangi para wisatawan saat berkunjung di dataran tinggi Dieng. Ketiga tujuan wisata itu adalah Kawah Sikidang. Telaga Tiga Warna, dan Candi Arjuna. Tetapi legenda Anak Bajang Rambut Gimbal selalu mengusik pikiran para pelancong untuk mengetahuinya.

Tri Waluyo, salah seorang juru mudi Jeep wisata di Dieng mengungkapkan sampai sekarang warga Dieng meyakini bahwa anak bajang berambut gimbal itu titisan penjaga atau penguasa dataran tinggi Dieng. Keberadaannya dipercaya membawa kemakmuran, maka anak bajang berambut gimbal harus dimulyakan, dijaga, dan dipenuhi permintaannya.

Baca Juga:  Ciri Trah Prajurit Diponegoro Depan Rumah Ada Pohon Sawo dan Kemuning

“Anehnya, meski selalu dipenuhi permintaannya, tetapi anak berambut gimbal tidak pernah minta yang di luar keinginannya. Dia tidak bisa dipengaruhi,” papar Mas Tri, panggilan Tri Waluyo yang mendampingi Wiradesa menelusuri dataran tinggi Dieng dan tidak lupa menikmati lezatnya Mie Ongklok, Tempe Kemul, dan minuman Purwaceng.

Berdasarkan cerita yang beredar, anak bajang berambut gimbal itu titisan Nyai Roro Ronce. Tokoh mitologi ini digambarkan juga berambut gimbal. Kisahnya, Nyai Roro Ronce diutus Nyai Roro Kidul, penguasa laut selatan, untuk berdiam dan menjaga dataran tinggi Dieng.

Selain Nyai Roro Ronce, juga ada tokoh mitologi Dieng, Kyai Kolodete. Tokoh laki-laki yang juga berambut gimbal ini dipercaya sebagai leluhur warga Dieng. Berdasarkan cerita, Nyai Roro Ronce menitipkan anak-anak berambut gimbal kepada Kyai Kolodete untuk dijaga dan dibesarkan.

Cerita legenda penuh mistis itu terus beredar dan dipercaya warga Dieng, jika anak-anak berambut gimbal sebagai titisan Nyai Roro Ronce dan Kyai Kolodete. Keberadaannya diyakini mendatangkan kemakmuran warga dataran tinggi Dieng, maka harus diistimewakan.

Baca Juga:  Kepala Desa Ketua Pengawas Kopdes Merah Putih

Setiap tahun, warga Dieng menyelenggarakan Ruwatan Rambut Gimbal di Kompleks Candi Arjuna. Kegiatan ini menjadi event wisata yang dinantikan para calon wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan juga menarik minat calon wisatawan asing untuk berkunjung ke dataran tinggi Dieng.

“Ruwat Rambut Gimbal merupakan agenda utama pada Dieng Culture Festival yang rutin diselenggarakan setiap tahun,” kata Sugi, Pemandu Wisata di Dieng. Biasanya Dieng Culture Festival dilaksakan pada bulan Agustus. Namun pada tahun 2022 diselenggarakan pada awal September.

Selain Ruwat Rambut Gimbal, Dieng Culture Festival juga dimeriahkan dengan pentas musik Jazz atas awan, pesta lampion, pentas seni dan budaya warga Dieng, pengajian, dan aksi peduli lingkungan Dieng Bersih. “Pada ruwatan tahun 2022, ada 15 anak berambut gimbal yang dipotong rambutnya,” ungkap Pak Sugi, anggota Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Wonosobo.

Sebelum dipotong, anak-anak berambut gimbal selalu ditanya mau minta apa. Permintaan anak bajang itu selalu dipenuhi oleh orangtuanya, karena jika tidak dipenuhi orangtua takut akan terjadi apa-apa terhadap anak. Namun yang menarik, permintaan anak-anak tidak aneh-aneh dan tidak bisa disuruh-suruh atau dibujuk. Permintaannya biasanya khas keinginan anak-anak.

Baca Juga:  Pegawai RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Berwisata ke Dieng: Satu Hari Sebelum Kawah Sikidang Ditutup Total

Fenomena anak rambut gimbal di dataran tinggi Dieng sampai saat ini belum terjelaskan secara ilmiah. Karena belum ada kajian secara ilmiah. Maka sejarah anak bajang rambut gimbal sebagai titisan leluhur dan penguasa dataran tinggi Dieng terus dipercaya. Ruwat rambut gimbal menjadi tradisi dan menjadi sajian budaya yang menarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke kawasan dataran tinggi Dieng. (Ono Jogja)

Tinggalkan Komentar