Bukan Barang Impor, Ideologi Pancasila Digali Para Pendiri Bangsa

Drs HM Idham Samawi menyampaikan sosialisasi MPR RI. (Foto: Wiradesa)

YOGYAKARTA – Dengan latar keragaman yang ada, ideologi Pancasila mampu menyatukan kehidupan masyarakat Indonesia. Pentingnya penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dijelaskan anggota DPR-MPR RI Drs HM Idham Samawi saat mengisi Sosialisasi MPR RI terkait Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI di Aula Gedung PWI DIY, Jalan Gambiran 45, Umbulharjo, Sabtu 3 Juni 2023.

Idham menjelaskan, sejatinya ideologi Pancasila tak dapat digantikan oleh ideologi apa pun. Pasalnya Pancasila merupakan ideologi yang dibuat bangsa sendiri sehingga sesuai dengan keragaman masyarakat Indonesia

“Demokrasi di AS itu istilahnya asu gede menang kerahe. Sedangkan Pancasila bukan barang impor. Pancasila ini digali oleh para pendiri bangsa. Di dalamnya ada unsur keragaman agama Islam, Kristen, Hindu, Budha, dan lainnya. Ada keragaman budaya, ratusan suku dan bahasa daerah,” ujarnya.

Indonesia memiliki kekayaan berupa sumber daya alam yang sangat luar biasa besar. Selain itu, juga memiliki kebudayaan, suku, bahasa dan adat istiadat yang sangat beragam, dan tidak dimiliki negara-negara lain di dunia.

Baca Juga:  Kampung Zakat, Tingkatkan Kesejahteraan Umat

Menyikapi hal itu, anggota DPR/MPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil DIY itu, mengajak generasi muda agar paham.

“Ini penting agar dalam diri para generasi muda tumbuh kecintaan terhadap NKRI,” terang Idham sembari menyebut atas kekayaan itu Presiden Soekarno dulu menyerukan istilah berdikari. Berdikari ala Soekarno ialah kita menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Jangan sampai kekayaan sumber daya alam justru digadaikan lewat kontrak karya seperti praktik masa lalu.

“Menjadi tuan rumah di negeri sendiri artinya bila ada kontrak kita punya saham 51 persen. Yang sangat fenomenal PT Freeport dengan saham 51 persen alat pengurai konsentrat tanah menjadi emas, tembaga, uranium pindah dari Korea Selatan ke Gresik,” lanjutnya.

Pada acara sosialisasi yang diikuti seratusan peserta, Idham mengajak hadirin untuk mengisi ruang publik dengan implementasi nilai Pancasila. Hanya saja, kata Idham, ideologi Pancasila tersebut perlu dikinikan agar nilai-nilainya bisa diterima oleh generasi muda.

Menurutnya, peran pers sangat penting dalam ‘mengkinikin’ nilai-nilai Pancasila, lewat karya jurnalistik.

Baca Juga:  Merindukan Pemikiran Prof Mubyarto Mewujudkan Pembangunan Desa Pancasila

“Nilai-nilai gotong-royong dalam kehidupan masyarakat seperti kegiatan merti dusun, atau bersih desa bisa dikemas menjadi konten-konten menarik. Dan saya sangat mengapresiasi PWI DIY yang sudah memulai upaya itu (mengkinikan Pancasila) dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Ketua PWI DIY Hudono mengatakan, Pers Indonesia memiliki jati diri yaitu Pers Pancasila, yang itu menjadi pembeda dengan pers negara lain. PWI DIY terus berupaya menggaungkan Pers Pancasila melalui berbagai forum diskusi. “Sosialisasi MPR RI ini menjadi nyambung dengan komitmen PWI DIY untuk terus menggaungkan Pers Pancasila,” katanya.

Acara diikuti pengurus PWI DIY, pengurus Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) DIY dan insan pers (wartawan) berbagai media se-DIY. Ketua IKWI DIY Hj Sri Surya Widati dan Dewan Penasihat PWI DIY Prof Sudjito Atmoredjo. Acara dipandu moderator Dra Esti Susilarti MPd MPar (Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI DIY). (Asy Syifa Salsabila)

Tinggalkan Komentar