KEBUMEN – Geliat ekonomi dan wirausaha warga Desa Kuwayuhan Kecamatan Pejagoan, Kebumen makin beragam tak hanya fokus pada industri genteng sokka yang sudah kesohor. Di Kuwayuhan tumbuh pula sentra usaha kerupuk kulit atau kerupuk krecek. Ada juga yang menyebut rambak.
Kaur Umum dan Tata Usaha Pemerintah Desa Kuwayuhan Marsono mengatakan, pengusaha kerupuk kulit saat ini mengolah bahan baku kulit sapi kering. Beda dengan zaman dulu. Dulu bahan baku masih berupa kulit sapi basah. Terlebih dahulu mesti dibersihkan dengan cara dikerik agar sisa bulu benar-benar bersih.
“Sekarang rata-rata kulit sapi kering. Sudah bersih, kulit sapi dirajang dan dijemur. Potong seukuran mata dadu, ada yang lebih besar lagi dari itu,” papar Marsono kepada wiradesa.co, Selasa 7 Februari 2023.
Kerupuk kulit produksi home industri di Kuwayuhan dipasarkan di seputar wilayah Kebumen dan sekitarnya. Kerupuk kulit atau krecek umumnya akan diolah lagi untuk sayur.
Pengolahan kerupuk kulit, lanjut Marsono, setelah dijemur kering lalu direndam dalam minyak di atas wajan besar dengan nyala api kecil. Perendaman dan pemanasan hingga kulit sapi mruntus-mruntus. Selama proses pemanasan berlangsung, kulit sapi kering dibolak-balik sehingga harus telaten. Setelah dirasa cukup, kulit sapi ditiriskan dan digoreng hingga jadi kerupuk.
“Umumnya mereka yang buka usaha kerupuk kulit bisa hidup mapan. Selain itu usaha ini sifatnya turun-temurun. Pihak Pemdes terus mendorong lewat pendampingan agar usaha warga khususnya kerupuk kulit makin maju,” ucap Marsono.
Ditambahkan Marsono, keberhasilan dalam wirausaha yang ditekuni warga Kuwayuhan diharapkan dapat menginspirasi kalangan generasi muda. Ia berharap, para pemuda lewat karangtaruna lebih aktif lagi menggali berbagai potensi usaha, mengasah ketajaman intuisi dan berani mulai buka usaha. Terlebih di zaman digital, dalam hal pemasaran memungkinkan penggunaan lapak-lapak online yang bertebaran di jagat maya. (Sukron)








