MADIUN – Menjelang Ramadan, kelangkaan minyak goreng masih terjadi di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Jika ada, harganya melambung tinggi. Harga jual minyak goreng di kalangan distributor masih melampaui harga eceran tertinggi (HET).
Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun menemukan adanya harga jual minyak goreng di kalangan distributor masih melampaui HET. Tentu ini sangat memberatkan masyarakat, khususnya pedagang gorengan dan pengusaha kuliner.
Kepala Bidang Perdagangan Tony Eko Prasetyo mengatakan, hasil pantauan petugas di pasar tradisional stok minyak goreng sudah berangsur membaik. Hanya saja harga masih menjadi perhatian yang serius karena di pasar daerah masih dijumpai harga yang cukup tinggi hingga Rp 18.000 sampai Rp 19.000 per liternya untuk minyak goreng kemasan.
Pihak dinas pun segera bertindak dan memberikan teguran. Selain itu operasi pasar akan terus dilakukan agar masyarakat mendapatkan minyak goreng dengan harga terjangkau. Karena fakta di lapangan didapati banyak sales dadakan yang menjual dengan harga tinggi ke pedagang.
“Sebetulnya suplai sudah lancar hanya distribusi kepada pedagang yang tidak bisa langsung, terkadang lewat pihak lain yang baru menjual ke pedagang sehingga masih diatas HET,” ujar Tony Eko, Senin 14 Maret 2022.
Diketahui, Disperdagkop & UM Kabupaten Madiun kembali gelontorkan 150 karton minyak goreng kemasan sederhana kepada masyarakat lereng wilis, tepatnya di Desa Bolo, Kecamatan Kare, Senin (14/3). Masyarakat sekitar bisa menebus minyak goreng dengan membawa foto copy KK maksimal dua liter per satu KK.
Upayakan masyarakat bisa memenuhi kebutuhan hidupnya dengan harga terjangkau. Jangan menambah masalah di tengah himpitan Covid yang belum reda. (*)








