Kembangkan Pertanian Lada dan Ternak Kambing, Desa Langgar Dapat Bantuan Upland

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi saat memberikan secara simbolis bantuan upland di Desa Langgar, Kecamatan Kejobong. (Foto: Istimewa)

PURBALINGGA – Dua kelompok tani di Desa Langgar, Kecamatan Kejobong terima bantuan Upland atau pengembangan sistem pertanian terpadu di daerah dataran tinggi dari Kementerian Pertanian RI. Jenis usaha yang dikembangkan dalam Upland yakni pertanian lada dan kambing.

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi menyampaikan apresiasi terhadap kelompok tani lada di Desa Langgar yang telah membuat inovasi Lada Sambung (sistem sambung tanaman Lada dengan Melada) dalam meningkatkan produktivitasnya. Bahkan inovasi ini masuk dalam finalis lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) di tingkat nasional.

“Kita ini punya program dari pusat yang namanya Upland. Desa Langgar sukses membawa Lada Sambungnya di tingkat provinsi dan masuk tingkat nasional. Sehingga, Desa Langgar saya plot bantuan Upland ini,” kata Bupati, kemarin.

Dijelaskan ada dua kelompok tani di Desa Langgar yang dapat bantuan Rp 500 juta. “Karena prestasi yang diraih Desa Langgar ini, pada Perubahan APBD 2022 ini, kami juga mengalokasikan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar Rp 100 juta,” lanjutnya.

Baca Juga:  Satlantas Polres Purbalingga Gelar Police Goes to Campus di Fakultas Teknik Unsoed

Kepala Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Purbalingga Mukodam mengungkapkan program Upland di Purbalingga yang dikembangkan adalah komoditas lada dan kambing. “Kegiatannya itu pembangunan jalan usaha tani, pembuatan sumur bor, alat pengolah pupuk organik, kandang kambing, bibit kambing, bibit lada, pengolahan lada, bibit rumput, pupuk dan sebagainya,” katanya.

Diungkapkan, bantuan Upland ini tidak hanya di Desa Langgar. Akan tetapi untuk seluruh desa di Kecamatan Pengadegan dan Kejobong, yakni dengan total 32 kelompok tani.

Disebutkan, program Upland ini bertujuan untuk memberdayakan dan meningkatkan ekonomi para petani.
“Kita berharap dari program ini mendapatkan manfaat peningkatan populasi ternak kambing di dua kecamatan. Yang kedua, ada peningkatan produksi lada, karena Kejobong dan Pengadegan dulu pernah jadi sentra ladanya Jawa Tengah,” ujatnya.

Program Upland juga ada nilai pemberdayaan yang bagus. Sinergi peternakan kambing dan lada harapannya nanti kotoran kambingnya bisa dimanfaatkan melalui alat pengolahan pupuk organik. Serta, menjadi sumber pupuk organik bagi tanaman ladanya.

“Kita ada juga punya sentra pengolahan lada pasca panen, dimana lada diolah agar memenuhi kualitas pangsa pasar yang baik. Tahun ini untuk Kejobong dan Pengadegan sudah dapat order 15 ton lada untuk ekspor ke Jepang,” katanya. (Prima Intan DI)

Tinggalkan Komentar