Menjawab Tantangan Zaman, PP Bustanul Ulum Resmikan STAI Raya

Grand Launching STAI Raya Jember. (Foto: Istimewa)

JEMBER – Pondok Pesantren (PP) Bustanul Ulum Mlokorejo Puger Jember menggelar Grand Launching Sekolah Tinggi Agama Islam Raden Abdullah Yaqin (STAI Raya). Acara digelar di halaman PP Bustanul Ulum, belum lama ini.

Hadir jajaran Majelis Keluarga PP Bustanul Ulum (Kyai Syamsul Arifin Abdullah Yaqin, Lora Abdullah Hanani, Lora Robitul Firdaus, Lora Muhammad). Launching dilakukan oleh KHR. M. Nasich Aschal, M.Pd. selaku Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Syaichona Cholil Bangkalan sekaligus ia berkontribusi dalam proses berdirinya STAI Raya.

Kyai Nasich menyampaikan, pemikiran sewaktu kecil beliau ketika main ke PP Bustanul Ulum Mlokorejo bahwa Pesantren Bustanul Ulum dipenuhi dengan cerita-cerita masyayikhnya dan hikayat kekeramatannya.

Lebih lanjut Nasich menjelaskan yang dimaksud dengan barokah. “Barokah adalah sesuatu yang membuat kita menjadi tenang, menjadi baik. Ketika kita menjalani hidup dengan keyakinan barokah maka bahagia tidak hanya di dunia tetapi juga di akhirat,” ujarnya.

Senada dengan yang disampaikan Neng Sulthonah yang mewakili majelis keluarga bahwa barokah dapat diperoleh dengan khidmah. Dan khidmah artinya menyerahkan diri terhadap segala perintah guru.

Baca Juga:  Kak Jack Sparrows Berdakwah dan Menghibur Para Santri TKA-TPA di Galur

Ketua STAI Syaichona Moh Kholil ini menyampaikan apresiasi dan harapan atas berdirinya STAI Raya “Saya ucapkan selamat PP Bustanul Ulum sudah mendapatkan surat izin operasional STAI Raya. Semoga hadirnya STAI Raya mampu menghantarkan santri untuk membawa kebanggaan bagi pesantren. Dan menjadi sebaik-baiknya santri, sebaik-baiknya manusia adalah yang mampu berkontribusi dalam maslahah,” imbuhnya.

Nasich juga memiliki keyakinan bahwa setelah santri lulus SMA tidak akan kemana-mana. Karena sudah ada STAI Raya yang akan mengubah cara berpikir mereka. Dengan perkembangan zaman dan arus globalisasi dan digitalisasi yang begitu pesat akan mampu dijawab oleh santri. Jika perkembangan zaman tidak direspons dengan baik, maka bangsa lain yang akan menang dan mendominasi. Hadirnya STAI Raya sudah menjawab kebutuhan adaptasi terhadap perkembangan zaman tersebut.

Lora Abdullah Hanani dalam sambutannya menegaskan, dirinya turut bangga dan bahagia dapat menyaksikan pengejawantahan cita-cita Kyai Sepuh (Alm. KH. Abdullah Yaqin) 70 tahun yang lalu untuk berdirinya perguruan tinggi ini.

Perhatian Bustanul Ulum dengan tantangan zaman juga terlihat dari konsistensi dan istikomah dalam khidmah di sektor pendidikan. “Tahun ini ada 347 peserta wisuda dari Madrasah Diniyah Unggulan, SMA Plus Bustanul Ulum dan SMP Plus Bustanul Ulum,” ujar Neng Sulthonah. (Yuniar Avicenna)

Tinggalkan Komentar