Nur Cholis, 20 Tahun Setia Memproduksi Kostum Drumband

Nur Cholis dengan kostum drumband produksinya. (Foto: wiradesa).

SLEMAN-Usaha rumahan produksi seragam drumband dan perlengkapannya masih punya prospek cerah. Meski bisa dikatakan pesanan datang musiman namun pesanan dari berbagai wilayah antre berdatangan.

Hal itu diungkap Nur Cholis, pemilik industri rumahan konveksi seragam drumband di Japanan, Margodadi, Seyegan, Sleman. “Setelah Covid beberapa tahun lalu pesanan sempat menurun jauh. Karyawan waktu itu tinggal satu.Sekarang sudah normal lagi bahkan pesanan mulai full. Januari Februari pesanan sempat sepi dan hari ini pesanan sudah pada masuk lagi. Pesanan datang dari berbagai wilayah. Dari Lampung, Makasar cukup banyak,” kata Nur Cholis, Senin 9 Maret 2026.

Nur Cholis menuturkan, di musim menjelang Lebaran tahun-tahun sebelumnya, ia sempat mengerjakan aneka busana muslim utamanya baju gamis wanita, namun untuk tahun ini benar-benar fokus pada produkai kostum drumband. Dia menjelaskan, drumband sendiri sekarang mulai berkurang trennya bergeser ke arah marching band. Antara kostum drumband dan marching band beda. “Marching band lebih kalem,” terangnya.

Nur Cholis menuturkan, dirinya tak pernah ganti usaha selama dua puluh tahun terakhir sejak pertama kali menerima order kostum drumband pada 2006. “Kalau sebelum 2006 masih gonta-ganti pekerjaan. Bahkan pernah jadi pembantu rumah tangga di rumah saudara. Juga pernah jadi agen majalah anak TK,” imbuhnya.

Baca Juga:  Ruslan Tri Setiawan, Sisihkan Keuntungan Umrohkan Karyawan

Dari jualan majalah anak TK dia tanpa sengaja sering mengamati tiap TK punya grup drumband dan pasti butuh seragam. Tiap sekolah bahkan seragamnya beda. Intuisi bisnis mulai jalan. Nur Cholis melihat hal itu sebagai peluang emas.

“Begitu melihat peluang di kostum drumband, posisi sebagai agen majalah anak TK dilepas. Oper ke teman. Dan sejak saat itu mulai belajar bikin kostum drumband. Pesanan pertama 60 kostum dari salah satu TK di Sleman,” terangnya.

Kini pesanan seragam drumband tak lagi sebatas pesanan sekolah TK namun hingga SD, SMP, SMA. “Rezekinya dari Alloh Swt lewat seragam drumband. Kalau pesanan normal karyawan berangkat semua ada 30 orang yang mengerjakan. Semua sudah ahli. Usaha seperti ini ramai atau sepi tergatung banyak sedikitnya event. Kalau masa libur sekolah cenderung sepi pesanan,” katanya. (Sukron)

Tinggalkan Komentar