Minim Kontes, Peluang Bisnis Bonsai Tetap Menggiurkan

Bonsai asem usia lima tahun. (Foto: Wiradesa)

KULONPROGO – Beberapa jenis bonsai dapat mencapai nilai ekonomi tinggi lantaran keunikan bentuk, keindahan hingga karena kelangkaannya. Lohansung atau podokarpus, jenis tanaman bonsai yang bisa mencapai harga mahal karena proses perbanyakan masih sulit.

“Lohansung ada beberapa jenis yaitu blue ice, pucuk merah, daun jarum sama kapsul,” kata Sukiran, pemilik Restu Bumi Garden dan Bonsai Kidulan, Salamrejo, Sentolo, Kulonprogo.

Sukiran menyebut harga entres blue ice di kisaran harga Rp 7 ribu panjang 10 cm. Entres tak lain istilah pertanian, merupakan bagian atas sedangkan shadling adalah bagian bawah dalam proses perbanyakan tanaman dengan teknik sambung susu.

“Lohansung jenis blue ice perbanyakannya dengan sambung susu. Bagian atasnya pakai entres blue ice sedangkan bagian shadling bisa jenis lohansung pucuk merah,” ujarnya, Rabu 18 Februari 2026.

Lohansung termasuk jenis tanaman hutan. Karena keunikannya lohansung terutama blue ice banyak disukai pecinta tanaman hias. Menurut Sukiran, pertama kali punya lohansung blue ice, dia mendapatkannya lewat jalur belanja online. Blue ice setinggi 25 cm ia beli seharga Rp 125 ribu. “Suka blue ice karena warna daun seperti ada butiran lembut esnya,” kata sosok yang gemar dengan tanaman sejak usia SMP itu.

Baca Juga:  Mie Ayam Pak Par Terapkan Delivery Order Untung Jutaan

Di halaman rumahnya Sukiran sudah mengoleksi bonsai termasuk yang masih bahan. Diantaranya sancang, anting putri, amplas putih mikro, loa, waru taiwan, waru india, asem jawa, waru pucuk merah.

Tanaman tersebut dikoleksi sejak lima tahun belakangan. Tamanan yang belum laku terus diperbanyak. Batang yang harusnya dibuang justru dicangkok agar jadi bibit baru.

Diantara banyak koleksi tanaman bonsai, bonsai asem ternasuk yang paling bandel atau tak mudah mati. “Bonsai asem yang umur lima tahunan harga sekitar Rp 300 ribu,” terangnya.

Sukiran dan koleksi lohansung blue ice. (Foto: Wiradesa)

Sebagai praktisi bonsai Sukiran menilai perkembangan bisnis bonsai di Kulonprogo terbilang lamban. Minimnya kontes bonsai jadi salah satu penyebab. Pasalnya kontes dapat menjadi sarana penghubung tempat penjual dan pembeli bonsai bertemu.

“Main bonsai jangkanya panjang. Dapat dijadikan sebagai alat berinvestasi. Tak segera laku dapat tetap dirawat dan diperbanyak,” tutupnya. (Sukron)

Tinggalkan Komentar