KULONPROGO-Agar kondisi badan tetap prima selama menjalankan ibadah puasa Ramadan, kecukupan dan keseimbangan asupan gizi sangat penting. Menjaga kondisi badan tetap sehat juga bisa ditambah dengan konsumsi herbal tertentu misalnya untuk menjaga lambung agar terhindar dari keluhan sakit pencernaan semacam asam lambung selagi berpuasa.
“Untuk menjaga lambung dan pencernaan tetap sehat di bulan puasa, bisa melalui tiga jenis racikan herbal. Pertama jamu godok, kedua pakai ekstrak herbal, ketiga ramuan energi biosaka,” terang praktisi herbal H Sudarto yang sehari-hari melayani masyarakat dan buka rumah sehat herbal Thibbun Nabawi di Kalidengen, Temon, Kulonprogo.
Bagi mereka yang punya keluhan asam lambung, ucap Sudarto, dapat memanfaatkan berbagai jenis tanaman herbal. Untuk jamu godok bahan-bahan yang dia rekomendasikan yakni daun sembukan, daun sembung, untuk menyehatkan organ dalan terutama pembersih darah perlu ditambah daun sambung nyowo. Ramuan juga perlu ditambah daun jinten manis dan daun legundi sehubungan kesehatan tenggorokan, paru dan batuk. Tambahan lain untuk menyehatkan lambung berupa kunyit bagian empu dan rempah kayu manis.
“Ramuan sudah tujuh macam. Sudah angka ganjil. Biar tetap ganjil bisa ditambah dua herbal lagi jadi sembilan. Misalnya ditambah temu lawak dan daun saga,” jelas Sudarto Kamis 19 Februari 2026.
Sembilan macam bahan herbal yang terkumpul dicuci bersih. Potong-potong dan direbus. Proses perebusan cukup 15 menit. Tambahan air untuk merebus sekitar dua setengah sampai tiga liter. Takaran daun daunan masing-masing tujuh helai. Kayu manis bisa tujuh potong tetapi bila potongan ukuran besar cukup tiga potong saja.
Setelah direbus, air terserap dan menguap tersisa sekitar dua liter. Air rebusan jamu godok dapat diminum setelah berbuka puasa dan sebelum sahur.
“Agar cukup dipakai tiga hari, usahakan air rebusan pertama tak sampai asat. Tambah lagi airnya. Perebusan berikutnya air setinggi satu ruas jari,” imbuhnya.
Racikan jamu herbal kedua berupa ekstrak. Proses pembuatan ekstrak herbal memerlukan keahlian khusus dan proses pembuatannya memakan waktu sekitar dua hari. “Kalau yang ekstrak khusus untuk persediaan melayani masyarakat yang datang berkonsultasi,” katanya.
Untuk menjaga kesehatan lambung dan kesehatan tubuh secara umum di bulan puasa juga dapat memanfaatkan ramuan energi biosaka. Bahan-bahan daun herbal sembilan macam tersebut dicuci bersih dan taruh di baskom. Tuang air mineral dua liter dalam baskom. Remas halus dedaunan herbal tersebut dengan putaran lawan arah jarum jam. Setelah air berwarna hijau tuangkan bibit biosaka. Perbandingan 1:100. Air mineral dua liter tambah bibit biosaka 20 ml. Simpan dalam galon dan sudah siap dikonsumsi.
Menurut Sudarto, ia terbiasa meracik berbagai jenis tanaman herbal untuk terapi berbagai penyakit sejak 1999. Kandungan ramuan herbal pun cukup lengkap. Ada yang berkhasiat antivirus, antiradikal bebas, antiinflamasi hingga antibakteri.
“Tanaman herbal di sekitar kita sudah disediakan Alloh Swt untuk kebutuhan manusia, hewan dan ternak. Nenek moyang kita sudah turun temurun memanfaatkan kekayaan herbal untuk menjaga kesehatan. Dengan konsumsi herbal alami berarti kita melestarikan budaya nenek moyang,” ujar Sudarto yang di kebun sekitar rumah tertanam sekitar lima ratusan jenis tanaman herbal.
Dengan koleksi ratusan jenis tanaman herbal, sehari-hari Sudarto menerapkan pola hidup sehat memanfaatkan berbagai tanaman herbal. Di usia 76 tahun, dia mengatakan, tak punya resep herbal tertentu yang wajib dikonsumsi saban hari. Hanya saja apabila merasakan kondisi kesehatan agak menurun dia akan memetik daun-daunan dan meracik jadi ramuan herbal.
Saat banyak buang air kecil contohnya, Sudarto akan memetik daun tempuyung, remujung, gempur batu untuk menjaga kesehatan ginjal. Apabila persendian bermasalah, ramuan akan ditambah biji buah ketepeng kebo. “Alhamdulillah badan masih sehat bisa kemana-mana, juga tak punya pantangan makanan tertentu,” pungkasnya. (Sukron)







