BETERNAK ayam kampung dapat dimulai dari memelihara ayam dalam jumlah kecil. Bahkan dari modal awal Rp 50.000 buat beli empat ekor ayam anakan ditambah kandang kotak seharga Rp 70.000 plus pakan awal satu kilogram pakan BR seharga Rp 12.000 sekilonya. Total modal awal cuma Rp 132.000.
Modal berjalan akan meningkat seiring ayam bertambah besar dan penambahan kandang serta penambahan anakan ayam. Praktik ternak ayam dari semula memelihara empat anakan usia sebulan dalam empat bulan kini bertambah menjadi 13 ekor ayam.
“Dari banyak jenis ayam, ayam kampung dan blesteran bangkok jadi pilihan. Ayam lebih mudah dalam perawatan, bisa semi umbaran,” kata Sukron Sabtu 17 Januari 2026.
Proses ternak ayam kampung dapat dilakukan bertahap. Pembelian calon indukan hingga pembelian kandang kotak tak langsung dalam jumlah besar. Ketika ayam yang datang lebih awal kelihatan sehat dan pertumbuhan fisik meningkat, jumlah ternak bisa mulai ditambah.
“Bagi peternak pemula, tentu praktik awal sembari belajar. Bila ternak dalam jumlah besar, risiko juga besar. Ancaman virus, dan kondisi cuaca bisa jadi kendala,” kata Sukron yang memelihara ayam kampung di Salamrejo, Sentolo, Kulonprogo.
Memelihara ayam kampung, terbilang mudah. Perawatan utama yakni pemberian pakan. Sehari dua sampai tiga kali. Pakan berupa BR dapat diberikan hingga usia dua bulan. Komposisi pakan berikutnya dapat ditambah dedak, polar. Campur hijauan berupa cacahan sayuran macam kates mentah, batang kangkung, batang talas rebus dapat pula diberikan dalam campuran pakan dedak atau polar. Ketika usia ayam mencapai empat bulan asupan tambahan berupa jagung giling. “Jagung giling sangat bagus sebagai persiapan ayam menjelang usia bertelur,” imbuhnya.
Selain pakan, untuk menjaga kesehatan ayam agar tak mudah sakit, minuman ayam perlu ditambah ramuan kunyit, temulawak dan jahe parut. Bahan-bahan tradisional tersebut diblender halus, diaduk dengan air sebagai minuman harian. Dengan herbal dapat mengganti obat. “Kala pancaroba sempat ada yang sakit. Kena snot, pilek dan berak putih. Tetapi dengan herbal dan terapi obat kimia yang tersedia di toko pakan, ayam yang sakit dapat disembuhkan,” terangnya.
Dengan populasi ayam kampung sebanyak 13 ekor, dan jangka waktu pemeliharaan empat bulan dapat dihitung rincian pembiayaannya. “Beli bibit Rp 202.500, dedak Rp 162.000, BR Rp 232.500, kandang Rp 250.000, obat tetrachlor Rp 24.000, jagung giling Rp 30.000, biaya herbal dan lainnya Rp 100.000. Total modal berjalan Rp 1.000.000,” ujarnya.

Ayam kampung yang sudah siap bertelur dan mengerami dapat menetaskan anakan ayam yang akan dibesarkan berikutnya. Dari 13 ekor ayam kampung tersebut, lanjut Sukron, akan diseleksi untuk calon indukan. (*)







