Pemkal Condongcatur Ajak Paguyuban PAUD Jadwalkan Kunjungan Budaya Tiap Kamis Pon

Foto: Istimewa

SLEMAN-Gamelan perunggu Kalurahan Condongcatur setiap Kamis Pon ditabuh secara bergilir oleh Paguyuban Karawitan Ngesti Laras Condongcatur, Paguyuban Sekar Budaya Condongcatur dan oleh Ikatan Keluarga Pensiunan (Ikapen) Laras Budaya UNY. Kegiatan untuk memberi ruang dan fasilitas kepada kelompok- kelompok paguyuban karawitan dalam berlatih dan nguri-uri budaya jawa seperti pada Kamis Pon 18 September 2025 pukul 09.00-12.00.

Pada momen tersebut hadir SPS Asparagus II Babadan Baru Kentungan mengajak anak didik didampingi orangtua melakukan kunjungan budaya untuk melihat dan mengenalkan langsung musik gamelan kepada anak anak PAUD. Sesuai jadwal gamelan dimainkan oleh Ikapen Laras Budaya UNY.

Kepala Lembaga SPS Asparagus II Babadan Baru Kentungan, Muflichah, SE, mengatakan kunjungan anak didiknya secara khusus ke Kalurahan Condongcatur untuk melihat langsung dan mengenal alat musik gamelan. Di samping itu juga menyaksikan lagu/tembang jawa yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap budaya Jawa.

Kunjungan pembelajaran luar kelas diikuti 25 murid SPS Asparagus II yang mana bertepatan dengan Kamis Pon. Biasanya anak-anak memakai baju adat/ lurik. Selain itu pada kesempatan kali ini anak-anak dikenalkan pada alat musik gamelan dan anak-anak juga tampil menari gugur gunung, perahu layar dan jaranan yang diiringi dari kelompok karawitan pensiunan UNY. “Dalam kegiatan ini juga didampingi dari mahasiswa KKN UNY yang kebetulan baru berkegiatan di SPS Asparagus II,” ucap Muflichah.

Baca Juga:  Jawab Tantangan Zaman, Dagadu Luncurkan Koleksi Fesyen Terbaru

Ditambahkan Muflichah, SPS Asparagus II sekolah yang berbasis budaya sehingga untuk pembelajarannya sedikit banyak mengambil tema Jawa yang dituangkan dalam kegiatan “Selasa Budaya” yaitu pada hari tersebut anak -anak di kenalkan pada tarian Jawa, bahasa Jawa, lagu Jawa dan makanan tradisional.

“Selain itu juga dikenalkan karakter budaya Jawa yaitu menjaga kesopanan, keramahan dan bergotong royong. Sedangkan dalam sarpras juga didukung ornamen-ornamen dan hiasan dengan unsur jawa. Adapun tujuan dari kegiatan hari ini adalah mengenalkan lebih dekat budaya Jawa melalui musik gamelan dan tarian Jawa. Selain itu anak-anak bangga terhadap budaya lokal (Jawa). Bermain gamelan juga bisa digunakan sebagai media stimulan kecerdasan estetika, etika dan kecerdasan sosial bagi anak usia dini,” imbuhnya.

Sejalan dengan kegiatan ini, Pemerintah Kalurahan Condongcatur mengajak dan memberikan kesempatan juga kepada Paguyuban PAUD Condongcatur agar setiap Kamis Pon, anak anak PAUD di masing-masing lembaga dapat menjadwalkan kunjungan budaya di Kalurahan Condongcatur sebagai proses pendidikan anak sejak usia dini, pengenalan seni dan budaya khususnya seni karawitan dengan mengajak anak-anak bermain gamelan sejak dini.

Kamituwa Condongcatur, Al Thouvik Sofisalam, A.Md selaku pengampu kegiatan bidang kebudayaan di Kalurahan Condongcatur telah membagi jadwal kepada 3 paguyuban karawitan untuk tampil menabuh gamelan dan sinden untuk nembang lagu lagu jawa pada setiap Kamis Pon. Tujuannya untuk memelihara dan melestarikan alat musik tradisional jawa. Disamping itu walaupun ada di wilayah urban tetapi kebudayaan diwilayah Condongcatur tetap dijaga sedemikian rupa agar tidak kemudian hilang. Nantinya kesenian karawitan akan diturunkan kepada generasi-generasi muda selanjutnya, baik melalui pelatihan dan pembinaan di forum anak, karang taruna dan organisasi-organisasi kepemudaan di padukuhan yang ada di wilayah Condongcatur.

Baca Juga:  Diversifikasi Produk dan Pasar Kunci Penguatan Ekspor Global Unggas

“Harapan kami, seperti pagi ini (Kamis pon 18 September 2025) PAUD Asparagus II Babadan Baru Kentungan mengajak anak didiknya didampingi orangtua masing masing berpakaian Jawa melakukan kunjungan budaya dan melihat langsung karawitan untuk meningkatkan minat dan apresiasi anak-anak terhadap seni musik tradisional Jawa. Juga sebagai pengembangkan kreativitas dan kemampuan anak-anak dalam memainkan gamelan dan tidak kalah pentingnya untuk memperkenalkan anak-anak dengan budaya Jawa dan memelihara tradisi seni karawitan yang masih ada dan lestari di masyarakat,” jelas Althouvik.

Sementara itu Ketua Ikapen Laras Budaya UNY, Drs. Wien Pudji Priyanto, M.Pd yang juga mantan (dosen Seni Tari FBS UNY) sangat bangga dan mengapresiasi atas kunjungan dari anak-anak PAUD pada acara rutin Kamis Pon. Bertepatan dengan penggunaan pakaian Jawa jangkep di lingkungan kantor dan sekolah di Kalurahan Condongcatur gamelan dimainkan

“Kami dari Ikapen Laras Budaya (ILB) UNY yang berdiri sejak Februari 2022 dengan anggota 25 purna tugas karyawan / staf tendik dan para dosen seluruh jurusan dan fakultas se UNY membentuk paguyuban atau kelompok karawitan dengan tujuan untuk ikut melestarikan nguri uri seni budaya tradisi Jawa bidang karawitan juga sebagai wadah berkesenian bagi para purna tugas/ pensiunan sebagai agenda kegiatan program Ikapen UNY dan sangat penting adalah untuk tetap menjalin tali Silaturahmi sesama abdi negara atau pensiunan UNY,” ucap Wien.

Baca Juga:  Perjuangan Noni, Mojang Priangan Masuk UGM

Lebih lanjut Wien mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kalurahan Condongcatur atas diizinkannya paguyubanya ikut berlatih dan menggunakan fasilitas gamelan perunggu dan pendoponya untuk latihan rutin setiap Rabu pagi jam 09.00 sd 11.00 dan diberikan jadwal khusus setiap Kamis Pon bersama Paguyuban Karawitan lain.

“Alhamdulilah, semua anggota bisa berkesenian menabuh gamelan, olah raga, olah rasa, olah pikiran/menghafal gending yang dimainkan, toleransi, silaturahmi dan bahagia bertemu teman teman seperjuangan, banyak belajar dan pengalaman saat mengikuti pentas festival, dan mempunyai banyak sahabat grup karawitan dari berbagai instansi dan asal dengan pengalaman telah mengikuti Festival Karawitan (3X) Dies Natalis Fak Filsafat UGM (2023, 2024 & 2025), Festival Karawitan dalam rangka Dies Natalis FIP UNY 2022, Parade Gamelan 2024 di Manisrenggo, Festival Karawitan dalam rangka Dies Natalis UNY 2024 dan Pentas Karawitan dalam acara HUT Ikapen UNY 2022, 2023, 2024 dan 2025 di UNY,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Komentar