Petani Desa Slemanan Ikuti Pelatihan Pembuatan pupuk Organik Cair

Mahasiswa bersama narasumber penyuluhan dan sosialisasi pembuatan pupuk organik cair isolat (Foto: Istimewa)

BLITAR-Sebanyak 9 mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) 111 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang ditempatkan di Desa Selemanan, Kecamatan Udanawu, Blitar menggelar penyuluhan dan pelatihan pembuatan pupuk organik cair.

Dilaksanakan di Kantor Desa Slemanan pukul 09.30-12.00 WIB. Dihadiri oleh Kepala Desa Slemanan (Fadhillah), Ketua BPD (Suyanto), Mantri Tani (Kamiran), Bhabinkamtibmas (Sandy), Tim BPP Kecamatan Udanawu dan Kelompok Tani Desa Slemanan.

Kegiatan ini diinisiasi oleh para mahasiswa KKN untuk mempermudah petani dalam menyuburkan tanah.

“Mayoritas masyarakat desa berprofesi sebagai petani dan peternak. Akhir-akhir ini para petani sering gagal panen sebab keterbatasan pupuk bersubsidi,” jelas koordinator kegiatan M. Irsyad Fathoni Rabu, 02 Agustus 2023.

Penyuluhan dinarasumberi oleh Gunawan, S. Pt salah satu Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Balai Pelatihan Pertanian Kecamatan Udanawu. Gunawan menjelaskan tentang pengembangan isolate sebagai upaya sterilisasi lahan. Ia juga mempraktikkan cara pembuatan pupuk cair dengan mencampur komposisi organik dan sedikit bahan kimia.

Baca Juga:  Video Perpisahan Tim KKN Mahasiswa UGM Viral di Sosmed

Diantara bahan yang dicampur adalah air kelapa muda, gula aren, air leri, magnesium, kalsium dan beberapa bahan organik lain.

“Beberapa desa di Kecamatan Udanawu sudah mengembangkan pupuk organik isolat. Percobaan ini dilakukan kurang lebih tiga minggu oleh komunitas cabai keriting dan melon. Dalam sekali panen kurang lebih 3,6 kwintal,” jelasnya.

Kepala Desa Sleman Fadhilah mendukung kegiatan. Ia siap membantu dan mendorong program demi memudahkan para petani serta memberi dorongan semangat para petani dalam bekerja.

Didukung pula oleh Kamiran, Mantri Tani Kecamatan Udanawu, Kamiran. Ia mendorong warga untuk mempraktikkan apa yang telah dipelajari. “Desa akan mendanai melalui Bumdes dan bekerja sama dengan Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani),” jelasnya.

Para peserta terlihat antusias saat praktik membuat pupuk organik. Mereka kembali lagi keesokan harinya untuk melihat hasil pembuatan pupuk cair yang didiamkan selama 24 jam. (Nur Kasirotul Mu’amalah)

Tinggalkan Komentar