SLEMAN-Forum Komunikasi (Forkom) TPA se-Kalurahan Condongcatur menggelar sarasehan dalam rangka menyongsong Ramadan 1447 H sekaligus penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) periode 2023–2025 bertempat di ruang Wacana Loka Kantor Kalurahan Condongcatur, Senin 16 Februari 2026.
Kegiatan dihadiri para direktur TPA Masjid se-Kalurahan Condongcatur, para ustaz/ustazah, tokoh masyarakat, agama, serta DMI Kalurahan Condongcatur.
Ketua Forum Komunikasi TPA se-Condongcatur, Suyitno, M.Pd menyampaikan agenda sarasehan memiliki dua fokus utama. Pertama untuk menyongsong. Ramadan 1447 H agar seluruh TPA memiliki kesiapan program, semangat, dan sinergi yang kuat. Agenda kedua menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepengurusan 2023–2025 sebagai bentuk amanah dan transparansi kepada seluruh anggota forum.
“Momentum ini bukan sekadar forum evaluasi, tetapi juga ruang konsolidasi untuk memperkuat peran TPA dalam membina generasi Qurani di wilayah Condongcatur,” ungkap Suyitno.
Apresiasi datang dari Ketua DMI Ranting Condongcatur, Suyono yang mengungkapkan rasa bangganya terhadap kiprah Forum Komunikasi TPA.
“Saya sangat mengapresiasi Forum Komunikasi TPA se-Kalurahan Condongcatur atas keberhasilan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang membangun generasi Quran. Bahkan saya merasa nggumun, kok TPA di Condongcatur bisa sekompak dan sehebat ini,” ucap Suyono.
Sementara itu, Ustaz Sofyan Setyo Darmawan. ST, M.Eng yang juga Ketua Badan Kehormatan DPRD DIY dalam tausiahnya menyampaikan pesan yang inspiratif sekaligus mengundang tawa peserta. Ia menegaskan bahwa aktivis TPA harus hadir di berbagai lini kehidupan.
“Aktivis TPA harus ada di mana-mana. Bisa di DPRD juga,” ujar Sofyan.
“Biasanya kalau ceramah itu dibayar, namun sekarang jadi anggota dewan malah membayari peserta,” tambahnya yang disambut tawa hadirin.
Namun di balik guyonan tersebut, ia menekankan tantangan besar yang dihadapi generasi muda saat ini. Banyak data menunjukkan meningkatnya kasus kriminalitas di kalangan remaja, mulai dari narkoba, miras, obat-obatan terlarang hingga pernikahan dini akibat berbagai persoalan sosial.
Karena itu, ia berpesan agar guru dan direktur TPA mampu menampilkan profil yang relevan dengan dunia remaja.
“Guru atau direktur TPA harus menunjukkan profil duniawinya agar dapat mengajak mereka mengaji,” tegasnya.
Lurah Condongcatur, Dr. Reno Candra Sangaji juga menyampaikan apresiasinya terhadap Forum Komunikasi TKA-TPA Condongcatur.
Ia mengapresiasi atas dedikasi Forum Komunikasi TKA-TPA Condongcatur yang sukses membina generasi Qurani periode 2023-2025. Di tengah maraknya tantangan remaja saat ini, mulai kriminalitas hingga pernikahan dini, peran TPA menjadi sangat krusial sebagai benteng moral dan karakter anak-anak. Selanjutnya dalam menyongsong Ramadan 1447 H, ia berpesan agar para guru dan direktur TPA mampu menampilkan profil yang relevan dengan dunia mereka agar lebih mudah mengajak remaja mengaji.
“Momentum laporan pertanggungjawaban ini harus menjadi pijakan untuk semakin solid, sehingga syiar Islam di Condongcatur ke depannya bisa jauh lebih hebat lagi,” harap Reno.
Sarasehan diharapkan menjadi titik tolak penguatan sinergi antar-TPA, sekaligus mempertegas komitmen bersama dalam membina generasi Qurani yang tangguh menghadapi tantangan zaman.
Dengan semangat kebersamaan menyongsong Ramadan 1447 H, Forum Komunikasi TPA se-Condongcatur optimistis terus menghadirkan program-program inovatif demi terwujudnya masyarakat Condongcatur yang religius dan berkarakter.(*)








