Mudah dalam Pembuatan, Bolen Pisang Layak Jadi Pilihan Usaha Rumahan

Bolen pisang. (Foto: Istimewa)

BANJARNEGARA-Punya keahlian membuat kue bisa jadi modal buat buka usaha. Hal itu telah dibuktikan Ridwan Susanto, warga Banjarnegara.

Usaha snack Ridwan bermula sekitar September 2024, ketika dia baru saja purnatugas dari sekretariat dewan di DPRD Banjarnegara, lantaran kontrak tidak diperpanjang. Dia bersama istri bermusyawarah untuk memulai usaha guna meningkatkan ekonomi keluarga.

“Kebetulan istri bisa membuat beberapa penganan kue atau snack. Gayung bersambut akhir Oktober 2024 salah satu anggota DPRD Banjarnegara mengadakan kegiatan reses. Itulah awal terima pesanan snack. Sebelum menerima pesanan, sebagai sebuah usaha kami berpikir untuk maju. Menyiapkan perizinan usaha melalui OSS sebagai usaha perseorangan agar usaha kami diakui pemerintah dan kami lebih semangat setelah mempunyai NIB,” kisah Ridwan Selasa 17 Februari 2026.

Dia menuturkan, pesanan pertama sejumalah 180 paket snack dus dan 180 paket nasi box. Salah satu menu jajanan penganan snack yaitu kue bolen. Setelah pesanan selesai di kerjakan ternyata beberapa kue bolen masih tersisa. Iseng-iseng dia memotret dan diunggah sebagai WA story.

Baca Juga:  Gubernur Jateng Apresiasi Vaksinasi Merdeka Candi di Polres Purbalingga

“Eh malah beberapa teman menanyakan harga dan cara pemesanan. Alhamdulillah sampai hari ini malah pesanan bolen pisang terus datang,” katanya.

Ridwan menamai usahanya Vinza Snack & Catering, salah satu produknya berupa kue bolen pisang “Lumee” Karena cokelatnya lumer di mulut.

Dikatakan Ridwan, selama ini pemasaran mengandalkan media sosial FB dan WA group. Sasaran pasar dari teman-teman di WA grup dan temen Facebook. “Memang selama ini kami membuat bolen berdasarkan pesanan, jadi pre order,” imbuhnya.

Dia menambahkan, selain dari pertemanan, konsumen juga datang dari instansi pemerintah, acara pengajian.

Kenapa bolen pisang jadi pilihan usaha Ridwan punya alasan. Menurut dia bolen pisang mudah dalam pembuatan dan bahan baku mudah didapat. Pisang yang dipilih adalah pisang raja hijau. Kemudian cokelatnya dipilih yang berkualitas agar pelanggan tidak cepat bosan.

“Pisang dapat dari pedagang di pasar pagi Banjarnegara dan terkadang langsung dari petani di lingkungan rumah,” terang Ridwan yang memproduksi aneka snack dan bolen pisang di Pesanggrahan RT 001 RW 006 Kelurahan Wangon, Banjarnegara.

Baca Juga:  Sekar Budaya Condongcatur Rayakan Ulang Tahun

Membuka usaha snack dan pisang bolen, kata Ridwan, masih bisa menggunakan peralatan umum, dan tidak ada peralatan khusus. Oven misalnya masih menggunakan oven tangkring di atas kompor gas. Dengan kapasitas 30-40 pcs sekali panggang.

Bolen Lumee dia jual dengan harga Rp 25 ribu – 40 ribu satu boks isi 10 pcs, tergantung varian rasa. Ada rasa pisang cokelat, pisang keju, pisang keju cokelat dan sesekali variasi dengan isian tape dan durian

“Soal kendala, dalam produksi hanya di peralatan. Khususnya oven, ketika dalam satu waktu pesanan berjumlah banyak, diatas 50 boks,” pungkasnya. (Sukron)

Tinggalkan Komentar