SLEMAN-Bagi kaum gajian, datangnya rezeki umumnya sudah terduga. Tentu bila pengertian rezeki di sini berupa uang bayaran atau gaji bulanan. Namun di luar itu, ada satu lagi jalur datangnya rezeki. Yakni rezeki yang datang dari jalan yang sama sekali tak terduga.
Menerangkan tentang pola datangnya rezeki, pengasuh Pesantren Baiturrohmah Ustazah Dra Hj Yaya Syamsiyah MPdI mengisahkan pengalaman seputar keajaiban rezeki yang pernah dia alami. “Rezeki datangnya dari Alloh Swt. Setiap manusia sudah punya jatah rezeki masing-masing. Namun kita sebagai manusia tetap wajib berikhtiar, bekerja dan kencengin berdoa untuk menggapai ridho-Nya,” kata Ustazah Yaya membuka percakapan, Selasa 10 Maret 2026.
Tentang urusan rezeki, Ustazah Yaya suatu ketika pernah dinasihati sang ayah KH Abdul Hayyi Muhyidin. Ayahnya berpesan siapa pun anak atau santrinya yang mau berjuang di jalan Alloh akan hidup mulia bahagia dunia dan akhirat. “Berjuang di jalan Alloh misalnya mengajar ngaji anak-anak dengan ikhlas. Banyak keajaiban yang saya alami,” ujarnya.
Ustazah Yaya mengakui pesan sang ayah sudah dapat dirasakan. Dia menyebut, dulu awal membangun salah satu pesantren yang sekarang dikelola salah satu putranya yakni Pesantren Zuhriyah di Jalan Palagan awalnya berupa bangunan sangat sederhana. Berlanjut dan berkembang kian megah. Kini bangunan sudah bertingkat dua lantai.
Pengalaman sebelumnya juga ia rasakan tatkala membeli tanah untuk Pesantren Baiturrohmah yang diasuhnya kini. “Dulu ada teman menawarkan tanah miliknya mau dijual tak laku-laku. Ketika dia salat hajat katanya yang terbayang kok wajah saya. Tanpa disangka, saat yang sama ada orang kasih mobil. Akhirnya mobil itu saya jual buat beli tanah milik teman tersebut. Tanah dan bangunan jadi cikal bakal pesantren ini,” terangnya.
Di samping komitmen berjuang di jalan Alloh, Ustazah Yaya menerangkan beberapa amalan yang bisa menjadi magnet bagi datangnya rezeki. Lalu dia menyebut tentang hikmah kebiasaan sedekah, lalu menghormati tamu dan menjaga silaturahmi. Sudah menjadi kebiasaan Ustazah Yaya selalu menyuguh tamu mempersilakan tamu untuk makan menikmati hidangan. “Menyuguh tamu bagian dari menghormati mereka. Menyuguh tamu, berbagi rezeki kepada siapa saja dapat mengundang rezeki datang sendiri,” imbuhnya seraya menyebut hikmah amalan berikutnya yaitu silaturahmi dapat memperpanjang umur dan sarana agar doa cepat terkabul.
Di samping amalan lahir, dalam hal berdoa Ustazah Yaya misalnya saat butuh sesuatu yang mendesak biasanya melaksanakan salat hajat, baca salawat. “Doanya simpel saja. Ya Alloh njenengan lebih tahu apa yang saya butuhkan. Ketika butuh beras untuk anak-anak pondok, tiba-tiba ada yang datang mengantar beras. Naruh beras dua kantong di teras. Soal rezeki tak pernah khawatir,” tandasnya.
Pesantren Baiturrohmah di Jalan Magelang Km 11, Drono, Tridadi, Sleman yang diasuh Ustazah Yaya, dirintis pada 2011. Santri yang mengaji dari berbagai tingkat usia. Dari anak-anak hingga para ibu dan kaum bapak. Mengaji Alquran dari dasar hingga kajian kitab kuning. Kegiatan lainnya pembacaan solawat diba. Kegiatan mujahadah tiap Kamis malam Jumat, Rabu malam Kamis dan Sabtu malam Ahad. Kegiatan halakoh terjadwal tiap Senin malam Selasa. Halakoh Alquran, belajar Alquran, wirid Asmaul Husna.
“Untuk pesantren kebanyakan santri anak-anak. Dengan ustazah ada sekitar 20 santri. Alhamdulillah di lomba tahfidz salah satu santri juara umum tingkat provinsi,” jelasnya.
Untuk fasilitas gedung dan bangunan, sudah tersedia Gedung RA, PAUD, kantor, ruang pertemuan, asrama santri, musala dan homestay bagi tamu VIP.
“Sudah menjadi komitmen kami turut serta mempersiapkan generasi beriman, berilmu, berakhlak. Pada 2013 menyelenggarakan pendidikan RA, 2016 mendirikan PAUD, sedangkan madrasah diniyah hadir paling awal pada 2011,” jelasnya. (Sukron)







