Model Diklat Jurnalistik Wiradesa

 Model Diklat Jurnalistik Wiradesa

Model Diklat Jurnalistik Wiradesa (Ilustrasi: Wiradesa)

Sihono HT

Founder Wiradesa Group


ADA tujuh tahap yang dijalankan untuk proses pendidikan dan latihan (diklat) jurnalistik model Wiradesa. Tahapan itu mulai dari pembekalan, kunjungan lapangan, membuat karya (tulisan, foto, video, grafis), editing, upload, evaluasi, sampai tindak lanjutnya. Proses yang dijalankan sesuai dengan kompetensi wartawan.

Wiradesa Group saat ini (2021) mengelola tiga media siber, yakni Wiradesa.co (peduli desa), Mandiripangan.com (peduli pangan), dan Tunggal.co (peduli Pancasila). Tiga media siber ini dijalankan dengan melaksanakan dan mengembangkan jurnalisme desa, jurnalisme pangan, dan jurnalisme Pancasila (Pers Pancasila).

Wiradesa.co dengan tagline “Mandirikan Desa Sejahterakan Rakyat”. Beranda, menu, atau rubrikasi yang ditampilkan, meliputi Liputan Utama, Desa Kita, Desa Manca Negara, Wisata Desa, Wirausaha, Kolom, Profil Kepala Desa, Tips Aparat Desa, Budaya & Hiburan, Olahraga, dan Tepat Guna.

Sedangkan Mandiripangan.com mottonya “Wong Nandur Bakal Ngunduh (Orang yang menanam akan menuai hasilnya)”. Rubrikasi yang disajikan, yakni Kabar, Sawah, Kandang, Kebun, Kolam, Teladan, dan Pakar. Media ini mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan agar bisa memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.

Tunggal.co dengan tagline “Meski Beda Tetap Satu” dijalankan dengan mengacu pada nilai-nilai Pancasila. Media siber ini dirancang sebagai pelaksana dan pengembang Pers Pancasila. Rubrikasi yang ditampilkan meliputi Kabar Baru, Ketuhanan, Perikemanusiaan, Persatuan, Permusyawaratan, Keadilan, Tokoh, dan Opini.

Perilaku Wartawan Wiradesa

1.Menghargai perbedaan

2.Suka menolong

3.Mengutamakan kebersamaan

4.Mendahulukan musyawarah

5.Bersikap jujur dan adil

Peserta diklat jurnalistik Wiradesa juga dibekali materi kompetensi wartawan, meliputi bagaimana: Memahami dan melaksanakan KEJ dan Hukum/UU/Peraturan Terkait Pers, Merencanakan Liputan, Rapat Redaksi, Mencari Bahan Liputan Acara Terjadwal, Wawancara Cegat, Membangun Jejaring, Menulis Berita, Menyunting Berita Sendiri, Wawancara Tatap Muka, dan Menyiapkan Isi Rubrik.

Baca Juga:  Kebangkitan Ekonomi dari Desa

Kunjungan Lapangan

Selanjutnya peserta melaksanakan kunjungan lapangan. Bertemu dengan nara sumber terpilih (mengelola usaha yang layak jadi obyek liputan). Peserta diklat jurnalistik Wiradesa diminta memilih topik yang disesuaikan dengan rencana liputannya. Pada acara kunjungan, fasilitator sebagai moderator mengatur jalannya pertemuan. Awalnya pendiri Wiradesa memberi penjelasan dan dilanjutkan pemaparan dari narasumber.

Peserta berposisi sebagai reporter dan mencatat point-point penting untuk bahan penulisan berita. Juga memotret gambar pendukung berita. Selain itu juga merekam gambar untuk pembuatan video. Juga menanyakan sesuatu yang belum dijelaskan oleh narasumber. Setelah itu peserta diklat mengunjungi lapangan. Cek lapangan terkait dengan apa yang dipaparkan narasumber. Pertemuan itu sebenarnya praktik atau simulasi materi uji kompetensi Jumpa Pers (Mencari Bahan Liputan Acara Terjadwal) dan Wawancara Cegat.

Tahap selanjutnya menulis berita atau membuat karya jurnalistik (tulisan, foto, video, grafis). Peserta diklat menulis berita sesuai topik yang direncanakan. Hasil tulisan berita itu harus menjawab pertanyaan 5W+1H. Apa yang dikatakan (what), siapa yang mengatakannya (who), dimana (where), kapan (when), kenapa memaparkan itu (why), dan bagaimana itu dijelaskan (how).

Hasil tulisan berita peserta diklat jurnalistik Wiradesa disunting oleh fasilitator (Editor). Penyuntingan sesuai standar jurnalistik (layak siar). Disesuaikan dengan visi misi 3 media: Wiradesa.co (Mandirikan Desa Sejahterakan Rakyat), Mandiripangan.com (Wong Nandur Bakal Ngunduh), dan Tunggal.co (Beda Tetap Satu).

Selanjutnya hasil berita yang sudah disunting Editor di-uplaod di Wiradesa.co (Peduli Desa), Mandiripangan.com (Peduli Pangan), dan Tunggal.co (Peduli Pancasila). Tempat penayangan disesuaikan dengan Rubrikasi/Kategori media masing-masing. Peserta diklat jurnalistik Wiradesa wajib membaca berita yang ditayangkan. Kemudian membuat catatan kesalahan-kesalahan untuk perbaikan. Catatan itu sebagai bahan diskusi dengan Editor.

Baca Juga:  Pendaftaran Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2021 Ditutup

Tindaklanjutnya mematangkan teknik menulis berita. Peserta diberi tugas menulis Profil Desa Peserta dan Profil Kepala Desa asal peserta. Profil Desa meliputi potensi desa, program desa, sebutan desa, dan prospek desa. Sedangkan Profil Kepala Desa yang diperhatikan soal prinsip hidup (falsafah), keluarga, karya, penghargaan, riwayat hidup, dan keinginan. Juga deskripsikan keadaan saat wawancara langsung. Hasil karya dikirim ke WAG peserta diklat jurnalistik Wiradesa atau email Editor. (*)

Sihono HT (Founder Wiradesa) 30 tahun sebagai wartawan – mulai magang (1990) sampai pemimpin redaksi (2020). Wartawan Utama, Ketua PWI DIY (2010-2015 dan 2015-2020), Ketua Dewan Kehormatan PWI (2020-2025). Penguji kompetensi wartawan (PWI Pusat). Pendiri Wiradesa Group (2020). Ahli Pers Dewan Pers (2021).

Redaksi

Mandirikan Desa Sejahterakan Rakyat

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: