Peringati Hari Lahir ke-64, Sanggarbambu Gelar Temu Kangen di TBY

Puluhan seniman yang tergabung dalam keluarga besar Sanggarbambu menggelar temu kangen. Temu kangen sebagai upaya merangkul anggota untuk menyukseskan berbagai program. (Foto: Istimewa)

YOGYAKARTA – Temu kangen keluarga besar Sanggarbambu dihadiri para anggota yang masih aktif juga keluarga dari sejumlah kota. Temu kangen bertajuk Nyawiji Lepas Rindu di Sanggarbambu dihadiri 60-an seniman berlangsung di Ruang Seminar Taman Budaya Yogyakarta (TBY) Sabtu 17 Juni 2023.

Ketua Sanggarbambu Deden FG mengatakan, Sanggarbambu didirikan pada 1 April 1959. Para pendiri Sanggarbambu Soenarto Pr, Kirdjomulyo, Heru Soetopo, Handogo Sukarno, Danarto, dan Mulyadi W.

“Kegiatan temu kangen Nyawiji Lepas Rindu di Sanggarbambu dalam satu rangkaian dengan peringatan hari lahir ke-64 Sanggarbambu. Diisi juga dengan pameran lukisan, juga buka bersama pada Ramadan lalu,” ucap Deden di sela acara.

Keanggotaan Sanggarbambu dari formulir pendataan terbaru yang dilakukan saat ini sebanyak 120 anggota. Selain di seputar DIY, anggota Sanggarbambu tersebar di Jakarta, Solo Raya dan kota-kota lain. Para anggota masih aktif menekuni senirupa, seni pertunjukan.

“Selain memperingati hari lahir, acara sebagai ajang temu kangen untuk memperkuat kembali tali silaturahmi memperkuat visi dan misi Sanggarbambu ke depan,” tambahnya.

Baca Juga:  HPN 2023: SMSI Promosikan Samosir Negeri Indah Kepingan Surga

Visi Sanggarbambu menurut Deden, kesenian untuk masyarakat yang humanis. Meski Sanggarbambu merupakan organisasi yang bergerak di bidang seni, lanjut Deden, kekeluargaan di internal sangat kuat. “Sanggarbambu terbilang sebagai perkumpulan seni tertua yang masih ada. Untuk eksistensi ke depan secara organisasi akan diperkuat dengan dibentuknya sebuah yayasan yang menaungi,” jelasnya.

Hadir pada lepas kangen di Sanggarbambu para seniman senior antara lain Liek Suyanto yang masih aktif di teater, pelukis Totok Buchori, seniman Untung Basuki yang menekuni teater, lukis dan musik, Godot Sutejo (seni lukis) juga Kawit (seni lukis).

Ditambahkan Deden, dalam waktu dekat agenda yang dilakukan berupa sosialisasi program dan upaya merangkul lagi anggota Sanggarbambu untuk bersama-sama menjalankan berbagai program. Diantaranya program pawiyatan seni rupa dan pawiyatan seni pertunjukan. Agar struktur kepengurusan dan program kerja berjalan baik, secara pribadi Deden mengaku mesti banyak belajar. Juga meneladani karakter serta ketokohan para pendiri Sanggarbambu seperti Soenarto Pr yang ia nilai punya loyalitas tinggi.

Baca Juga:  Polri Bakal Siapkan Rompi Wartawan untuk Liput Demo

“Selain punya karya luar biasa di bidang lukis pastel seluruh kehidupan Pak Narto banyak didedikasikan untuk Sanggarbambu,” ujarnya.

Putri bungsu Soenarto Pr Mirah Maharani mengakui, anggota Sanggarbambu saat ini sudah banyak yang berusia sepuh. Karenanya dia yang dalam kepengurusan Sanggarbambu didapuk di divisi seni rupa berupaya mendorong proses regenerasi. Setiap Minggu sudah jalan pawiyatan teater dan akting bertempat di studio pelukis Nasirun di Kasongan. Sementara pawiyatan seni rupa bakal dimulai Agustus.

“Pawiyatan Seni Rupa berbiaya murah, pemateri beda tiap bulan, media kertas, pensil, tinta cina. Progam selama 6 bulan dipungkasi dengan pameran,” kata Mia sapaan akrab Mirah Maharani.

Sementara kegiatan di divisi pertunjukan diantaranya berupa bincang-bincang rutin sekali sebulan dan ibadah seni sekali sebulan di panti asuhan. Sanggarbambu pun bakal menggelar workshop shibori pada tote bag bersama Geysha Ratu untuk anak usia SD Kelas 1-6, 16/23 Juli 2023. Karya bisa dibawa pulang peserta. (Sukron)

Tinggalkan Komentar