Raup Jutaan Rupiah dari Penetasan Iguana

Agus Supriyono, memberi pakan indukan iguana. (Foto: Wiradesa)

BANTUL – Iguana, jenis reptil yang mudah dalam perawatan. Begitu pun dengan pakan. Paling penting dalam proses perawatan yaitu menjaga kebersihan kandang dan kulit iguana.

Agus Supriyono, pelaku usaha jual beli reptil sekaligus pengembang biak iguana di Bantul mengatakan, iguana yang banyak dicari jenis iguana merah. Sedangkan iguana hijau umumnya dicari penggemar reptil pemula. “Iguana merah warna lebih menyala. Harga anakan siap jual umur 1,5 bulan iguana merah Rp 250 ribu kalau iguana hijau mulai Rp 200 ribu,” kata Agus ditemui di rumahnya di Tirto Wetan Kasihan Bantul, Jumat 23 Desember 2022.

Merawat iguana tidak rumit. Selain kebersihan kandang, iguana mesti rajin dijemur. Pakan iguana, lanjut Agus, berupa sayuran seperti kangkung, sawi, toge, buah pepaya, bisa juga labu. Guna menyimpan koleksi iguana, dibutuhkan kandang dengan ukuran 40 cm x 60 cm dan tinggi 40 cm. Sementara untuk kandang indukan dibutuhkan ukuran lebih besar 60 cm x 120 cm dan tinggi 80 cm.

Baca Juga:  Menghidupi Keluarga 1 Istri 3 Anak dengan Odong-odong

“Dalam proses pengandangan indukan jantan betina bisa dicampur bisa pula dipisah. Kalau anakan baru menetas ditaruh di boks kontainer,” kata Agus yang mengaku bisnis aneka reptil mulai kura-kura hingga ular nonvenom alias bukan ular berbisa.

Para penggemar, menurut Agus mengoleksi iguana karena setidaknya tiga hal. Iguana terbilang hewan unik, meski penampakan terbilang sangar namun pakannya ternyata mudah, hanya butuh sayuran dan buah. Pemasaran iguana terbilang mudah. Event kontes yang terbilang sering juga menjadi alasan bagi penggemar reptil untuk mengoleksi iguana.

“Dulu saya menekuni bisnis iguana dan bahkan hingga terjun di pengembangbiakan karena ketidaksengajaan. Mulanya dikasih anakan iguana. Setelah bosan ditawarkan lewat media sosial. Ternyata mudah laku dan harganya pun tinggi. Iguana yang saya tawarkan laku Rp 500 ribu. Dari situlah mulai serius menekuni iguana,” kisah Agus.

Anakan iguana umur 1,5 bulan sudah siap jual. (Foto: Wiradesa)

Proses perkawinan iguana terjadi pada bulan tertentu dalam satu tahun. Yakni Juni, Juli dan Agustus. Satu induk betina menghasilkan 20 hingga 60 telur. Tingkat keberhasilan penetasan dengan cara yang dilakukan Agus –telur-telur dimasukkan mesin penetasan, mencapai 90 persen.

Baca Juga:  Adang-adang Rezeki, Wirahmi Buka Angkringan

“Cara penetasan memang beda-beda. Kalau saya pakai mesin penetas yang dirakit sendiri. Belakangan mesin penetas bikinan saya juga laku banyak yang pesan,”tuturnya.

Meski harga anakan terbilang murah, tapi karena tingkat keberhasilan penetasan termasuk tinggi ditambah pemasaran via online kencang, keuntungan yang didapat dari bisnis iguana bagi Agus cukup lumayan.

“Kalau untung besar ya belum tapi kalau bilang lumayan ya memang lumayan. Dari jual anakan saja angka Rp 3 juta bersih bisa kepegang dalam sebulan. Kalau kelas iguana yang masuk kategori kontes harga bisa melejit lebih tinggi. Bisa jutaan. Bila ada penjualan yang seperti itu kan pendapatan tambah tinggi,” ujar Agus sembari menyebut salah satu iguana merah kelas kontes koleksinya telah ditawar Rp 5 juta namun belum dia berikan.

Dari menekuni penetasan dan jual beli iguana, Agus mengaku bisa membangun rumah dengan anggaran mendekati Rp 100 juta. Di dinding rumah dan di rak lemarinya tampak pula sejumlah penghargaan dari kemenangan pada event kontes yang diikuti. “Dulu saya karyawan di salah satu toko cat. Saat ini waktu dan tenaga saya curahkan sepenuhnya di bisnis iguana,” pungkasnya. (Sukron)

Tinggalkan Komentar