Santap Soto Sapi, Buka Puasa Bareng Santri Roudhotul Huffadz

Susana buka bersama santri Roudhotul Huffadz, Taruban Kulon, Tuksono, Sentolo, Kulonprogo. (Foto: Anna Hanifah)

MENUNGGU berbuka puasa, para santri Pesantren Roudhotul Huffadz, Taruban Kulon, Tuksono Sentolo, Kulonprogo membaca wirid Rotibul Haddad bersama-sama. Kang Toufik, santri yang berasal dari Purworejo, memimpin pembacaan Rotibul Haddad.

“Ya robbana wa’ fua’nna wamhulladzi kaana minna,” ucap Toufik membaca salah satu lafal dalam Rotibul Haddad diikuti beberapa santri lain.

Usai pembacaan Rotibul Haddad, para santri mengikuti kajian menjelang berbuka. Huda, salah satu santri yang bertugas memberi tausiah menyampaikan, di bulan Ramadan setiap apa pun kebaikan yang dilakukan akan beroleh pahala berlipat-libat.

“Agar puasa tak batal dan pahalanya tak hilang, selain menghindari makan dan minum juga menghindari hal-hal yang terkadang tanpa disadari dalam keseharian. Contohnya rasan-rasan, menggunjing, ngerumpi,” tuturnya.

Beratnya menjalankan ibadah puasa, selagi tak ada hambatan kesehatan atau alasan yang diperbolehkan untuk meninggalkan puasa seperti tengah menempuh perjalanan jauh, tetap wajib dilaksanakan dalam bulan Ramadan. Bahkan misalnya dalam perjalanan jauh sekira fisik masih kuat berpuasa maka sebaiknya tetap menjalankan puasa Ramadan.

Baca Juga:  RT Keren Dapat Anggaran Rp 50 Juta per Tahun

Lebih lanjut, Huda menerangkan perihal tumakninah dalam salat. Mendekati azan Magrib tanda waktu berbuka, para santri bergeser keluar dari masjid menuju ke halaman. Di gelaran terpal, para santri duduk formasi melingkar. Menu berbuka puasa sore itu, soto sapi langsung dibagikan.

“Tiap hari menu berbuka berbeda. Untuk lokasi berbuka memang di tempat terbuka, di halaman masjid. Kalau hujan pindah ke teras RA. Tapi tiap sore memang digelar buka bersama para santri, ustadz dan anak-anak yang ngaji di TPA,” kata Pengasuh Pesantren Roudhotul Huffadz KH Abdur Rozak Alhafidz kepada Wiradesa.co, Rabu 20 Maret 2024.

Kiai Abdur Rozak menambahkan, menu berbuka disediakan bergiliran baik dari dapur pesantren juga dari para donatur.

“Ya begini kegiatan anak-anak pondok, penuh kesederhanaan dan kebersamaan. Habis tarawih masih ngaji lagi. Habis Subuh Mujahadah dan ngaji,” terangnya. (Sukron)

Tinggalkan Komentar