Simak Ajakan Agnez Mo, Suwarna Utama Pasang STB untuk TV-nya

Suwarna Utama, pakai set top box (STB), TV lawas yang dibeli 20 tahun lalu gambarnya jadi jernih dan jelas. (Foto: Wiradesa)

KULONPROGO – Pemahaman kepada masyarakat perihal analog switch off (ASO) dilakukan terus oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika. Harapannya, masyarakat hingga lapis bawah bisa sepenuhnya mengetahui kebijakan peralihan siaran TV analog menuju digital.

Berkat sosialisasi yang gencar, kini warga akar rumput mulai mengerti arah kebijakan pemerintah untuk kemudian melakukan tindak lanjut memasang peralatan tambahan berupa set top box (STB) di pesawat TV masing-masing. Khususnya pada TV keluaran lama yang belum mampu menangkap siaran dari multipleksing (MUX).

Yakin dan akhirnya melangkahkan kaki berangkat membeli perangkat STB dikatakan Suwarna Utama SP, seorang kamituwa atau pegawai kelurahan setara kabag kesra di Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih, Kulonprogo. Tomo, sapaannya, menyimak sosialisasi ASO pertama kali dari siaran TVRI Nasional. Ia pun mencermati ajakan Agnez Mo yang menerangkan perihal TV digital dalam bentuk pariwara di TV swasta.

“Satu kali dua kali mencermati ajakan Agnez Mo soal TV digital. Katanya gambarnya bersih, suara jernih dan canggih teknologinya. Tapi dalam benak saya, ini program apa lagi? Masa iya siaran TV yang sudah berpuluh tahun (TV analog-red) mau ditutup? Apa bukan hanya promo alat semata. Artinya setelah beli STB sama saja tak ada penghentian siaran analog,” kata Tomo saat bertemu wiradesa.co di kediamannya Klegen RT 12 RW 07, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih, Kulonprogo, Rabu 15 Juni 2022.

Baca Juga:  Sistem Peringatan Dini Bencana di TV Digital

Banyak hal belum diketahui Tomo perihal program ASO, pemilihan STB dan seterusnya hingga ia diminta mewakili perangkat kalurahan mengikuti zoom meeting dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate beserta sejumlah narasumber lain beberapa waktu lalu. Pada zoom meeting itu Menteri Johnny mengupas migrasi menuju siaran TV digital.

“Keikutsertaan pada sosialisasi lewat zoom meeting dengan narasumber Pak Menteri, diberi tahu oleh Dinas Kominfo Kulonprogo. Diharapkan perwakilan dari pemerintah kalurahan ada yang ikut,” jelasnya.

Beberapa pertanyaan yang masih terpendam akhirnya terjawab usai mengikuti sosialisasi ASO via zoom meeting. Ia pun tak ragu membeli perangkat STB mandiri untuk dipasang pada salah satu pesawat TV lawas yang telah ia miliki sekitar 20-an tahun. Berupa TV tabung 14 inchi yang dipasang di kamar tidur. Sehari-hari Tomo memang gemar menonton siaran olahraga. Tinju, sepakbola, siaran paling ditunggu-tunggu. Kendalanya, sebelum memasang STB, gambar yang tampil tak pernah maksimal. Bahkan beberapa stasiun TV sama sekali tak mau nongol di TV-nya meski sudah pakai booster.

Baca Juga:  Siaran TV Digital Jadi Kebutuhan

“SCTV, misalnya sebelumnya tak pernah tertangkap gelombangnya di TV saya. Kini setelah pasang STB, wahhh..bagus. Ternyata memang bagus. Jernih, jelas. Dulu tak bisa menangkap siaran SCTV. Indosiar, TV One serta beberapa stasiun TV lain cenderung brintik. Mungkin karena antena luar kurang tinggi,” ujarnya.

Dengan antena yang sama, ketinggian antena pun sama, Tomo yang baru sehari semalam memasang STB mengaku puas. Dia bahkan berujar, sejernih-jernihnya dulu belum pakai STB tetap kalah jernih dengan TV sekarang yang pakai STB.  Diketahui, Tomo membeli  STB Matrix Apple HD, bertanda ‘Siap Digital’ pada kemasan dus bagian luar kanan atas, serta tertulis DVBT2 , digital terrestrial receiver, EWS ready yang menandakan bahwa STB yang dibeli seharga Rp 235 ribu itu termasuk merek STB yang telah tersertifikasi Kementerian Kominfo.

“Tadi malam rencana mau nonton siaran langsung Timnas Indonesia melawan Nepal penyisihan Piala Asia 2023 namun sayang niat menikmati siaran sepak bola perdana pakai TV digital tak terlaksana sebab ada tetangga sripah (meninggal) dan mesti datang menunggu sejak malam di lokasi takziah. Tapi sejauh ini saya puas dengan performa gambar sedangkan suara memang belum begitu maksimal,” ujarnya. (Sukron Makmun)

Tinggalkan Komentar