Sugeng Handoko Berbagi Kiat Sukses Mengembangkan Desa Wisata Nglanggeran

 Sugeng Handoko Berbagi Kiat Sukses Mengembangkan Desa Wisata Nglanggeran

Sugeng Handoko memaparkan materi digital marketing yang diterapkan di Desa Wisata Nglanggeran di hadapan peserta workshop Digital Marketing Destinasi Wisata Desa di Joglo Padepokan Kilen Lepen. (Foto: Waspodo).

KULONPROGO-Berangkat dari aktivitas konservasi lingkungan, Desa Wisata Nglanggeran di Kapanewon Patuk Gunungkidul akhirnya meraih segudang prestasi. Baik tingkat nasional bahkan tingkat ASEAN.

Hal itu diungkap Sugeng Handoko, pegiat Geopark Nglanggeran di hadapan 25 pengurus kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan pelaku UMKM pariwisata di Kulonprogo, dalam workshop digital marketing destinasi wisata desa.

Pada workshop yang diselenggarakan Komunitas Wisata Hijau Lestari (KWHL) di Joglo Padepokan Kilen Lepen Salamrejo Sentolo, Kulonprogo pada Sabtu 4 Mei 2024, Sugeng menyampaikan kiat-kiat yang dilakukan bersama 13 kelompok masyarakat di Nglanggeran. “Pariwisata Nglanggeran sebenarnya hanya ikutan dari kegiatan konservasi yang kami lakukan,” kata Sugeng.

Proses yang dilakukan untuk meraih prestasi, lanjutnya, cukup panjang. Dulu di kawasan Nglanggeran, kesulitan air. Pada 2012 dibangun embung untuk menabung air hujan dan dimanfaatkan untuk pengairan kawasan agrodurian saat kemarau. Dengan pariwisata nilai atau harga durian setempat yang kini mulai panen turut terangkat.

Di Nglanggeran juga didirikan Griya Cokelat Nglanggeran. Umumnya masyarakat atau UMKM sudah bisa membuat suatu produk namun kerap mengalami persoalan karena tak mampu menjual. Karena itu pihaknya melakukan berbagai terobosan lewat ragam bauran pemasaran.

Branding Griya Cokelat Nglanggeran diantaranya mengangkat produk desa berupa olahan kakao yang melimpah di Nglanggeran. Membuat slogan bahwa cokelat Nglanggeran hadir dari tangan masyarakat desa. Mengangkat brand value produk lokal, UMKM, petani berbasis masyarakat. Menitikberatkan kekuatan di minuman cokelat, adanya pemberdayaan kaum perempuan dan promosi melalui beragam media.

“Promosi online media pakai website, web banner, Google Ads, media sosial, YouTube, film dan SEO. Selain online kami juga promo offline,” imbuhnya.

Khusus cara pemasaran melalui media sosial, Sugeng juga berbagi kiat. Melalui media sosial pendekatan yang dilakukan melibatkan pembuatan konten kreatif, berbagi informasi dan interaksi dengan audiens lewat berbagai platform seperti Facebook, Instagram, Twitter dan lainnya.

Baca Juga:  Keseruan Memancing Bawal di Pemancingan Kadisoka

Sugeng pun membeberkan kekuatan beragam platform media sosial yang diikuti diantaranya WhatsApp. Strategi digital marketing melalui media sosial menurutnya selain murah juga bisa efektif bekerja dalam 24 jam. Biaya pun jauh lebih murah.

“Kami merasa branding di media sosial cukup efektif. Misalnya membranding Griya Cokelat Nglanggeran bisa menyampaikan slogan, brand value, menyampaikan soal paket wisata, bisa menyasar segmen pasar yang relevan,” ujarnya.

Lewat media sosial pula pihaknya melihat postingan media sosial tamu. Apakah unggahannya puas, atau kecewa.

“Kami pilih platform, aktif bikin konten. Itu efektif. Orang sekarang keturon bangun tidur pertama yang dicari hape. Platform yang cukup powerful misalnya WhatsApp, FB, TikTok. Melalui WA cukup mudah. Semua usia bisa pakai WA. Tentu akan lebih efektif bila selalu merawat kontak kita. Tidak gonta ganti nomor WA. Dari kontak ribuan orang di WA, kita bisa saling silaturahmi. Karena pariwisata adalah silaturahmi, jejaring dan kekeluargaan. Karena itu perlu dirawat,” ucapnya.

Sugeng mengingatkan penggunaan platform media sosial hendaknya dipilih sesuai segmen sasaran usia target. Karena masing-masing platform media sosial punya kecenderungan digemari kelompok generasi yang berbeda.

Begitu pula dengan teknik penyampaian konten. Disarankan memakai konsep soft selling. Biar kesan jualan tak terlalu menonjol. Baik pula bila konten media sosial diselingi konten edukasi tak melulu soal jualan produk. Ia juga memamparkan bagaimana kiat agar audiens lebih lama singgah di media sosial, bagaimana mengenali target.

Sugeng juga menuturkan bagaimana membangun desa wisata Nglanggeran dimulai dari membangun mimpi bersama, menyamakan frekuensi entitas desa yang heterogen, bagaimana menerapkan konsep ameng-ameng atau berkhayal tentang bagaimana Nglanggeran di masa depan, juga mengedepankan diskusi terarah baru konsep iming iming atau menyajikan sesuatu yang indah. Melalui banyak forum Sugeng aktif menjalin komunikasi untuk mengembangkan pariwisata, menggandeng anak muda.

Baca Juga:  UGM Luncurkan Tim Gugus Tugas Kemandirian Industri Farmasi dan Alat Kesehatan
Para peserta workshop digital marketing destinasi wisata desa bersama narasumber Nanang Ruswiyanto yang banyak mengupas teknik pemasaran digital memanfaatkan artificial intelligence (AI). (Foto: Waspodo).

Pada workshop yang didukung PT Bank Tabungan Negara (Persero), tampil dua narasumber lain yakni Lalu Abdul Azus (praktisi pariwisata) dan Nanang Ruswiyanto (praktisi IT). (Sukron)

Redaksi

Mandirikan Desa Sejahterakan Rakyat

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: