Pendongeng Bunda Cahaya: Membacakan Cerita Merangsang Imajinasi dan Kemampuan Berbahasa Anak

Bunda Cahaya menyampaikan materi pada Sosialisasi Peningkatan Minat Baca Masyarakat di Padukuhan Joho Condongcatur. (Foto: Istimewa)

SLEMAN-TP PKK Pokja II Kalurahan Condongcatur terus mendorong tumbuhnya budaya literasi di tengah masyarakat melalui kegiatan Sosialisasi Peningkatan Minat Baca Masyarakat. Sosialisasi digelar di Pendopo Trisni Rahmasari, RT 07 RW 60 Padukuhan Joho, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Jumat 19 Juni 2026.

Kegiatan diikuti sekitar 30 peserta terdiri atas pengurus PKK RT 07 RW 60 Padukuhan Joho, anggota Pokja II TP PKK Kalurahan Condongcatur, serta perwakilan Pemerintah Kalurahan Condongcatur. Hadir sebagai narasumber Bunda Cahaya selaku pendongeng dan penggiat literasi dari Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) serta Khoirul Azizi dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman.

Mengusung tema “Sosialisasi Peningkatan Minat Baca Masyarakat”, kegiatan bertujuan menumbuhkan budaya membaca sejak dini melalui peran aktif keluarga. Khususnya orang tua, dalam mendampingi anak-anak.

Ketua Pokja II TP PKK Kalurahan Condongcatur, Siti Muhibah, menjelaskan, membaca merupakan pondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.

“Kami berharap masyarakat, terutama generasi muda dan anak-anak, tumbuh menjadi pribadi yang sukses, berwawasan luas, dan berkarakter melalui kebiasaan membaca. Membaca adalah kunci yang membuka pintu pengetahuan dan masa depan yang lebih baik,” jelas Siti Muhibah.

Baca Juga:  HMPV Rentan Menyerang Anak-anak

Dalam paparannya, Bunda Cahaya menekankan, mendongeng merupakan salah satu metode efektif untuk menanamkan kecintaan membaca pada anak sejak usia dini. Selain mempererat hubungan emosional antara orang tua dan anak, kegiatan mendongeng juga menjadi media penyampaian nilai-nilai positif yang mudah dipahami.

“Mendongeng bukan sekadar membacakan cerita, tetapi membangun kedekatan, menanamkan karakter, sekaligus merangsang imajinasi dan kemampuan berbahasa anak. Ketika orang tua meluangkan waktu untuk bercerita, mereka sedang menanam benih kecintaan terhadap buku dan belajar sepanjang hayat,” ungkap Bunda Cahaya.

Bunda Cahaya juga mempraktikkan teknik mendongeng yang menarik dengan menekankan pentingnya artikulasi suara, intonasi, ekspresi wajah, bahasa tubuh, serta penggunaan media visual seperti buku bergambar atau alat peraga agar anak lebih antusias mengikuti cerita.

Sementara itu, narasumber dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, Khoirul Azizi, mengajak masyarakat menjadikan membaca sebagai budaya sehari-hari di lingkungan keluarga.

“Gerakan literasi harus dimulai dari rumah. Orang tua yang gemar membaca dan membiasakan mendongeng akan melahirkan anak-anak yang memiliki rasa ingin tahu tinggi, kemampuan berpikir kritis, dan semangat belajar sepanjang hayat,” ucap Azizi saat memberikan rangkuman materi

Baca Juga:  4 Balon Gugat Panitia Pilkades Pesanggrahan ke PTUN Surabaya

Menurutnya, kebiasaan membaca sejak usia dini juga berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan komunikasi, daya analisis, kreativitas, dan kesiapan anak menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan di masa depan.

Dukuh Joho yang juga anggota Pokja II TP PKK Kalurahan Condongcatur, Retnaningsih menegaskan bahwa kegiatan merupakan bentuk komitmen Pokja II dalam bidang pendidikan, keterampilan, dan pengembangan kehidupan berkoperasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui literasi.

Retnaningsih mengungkapkan bahwa Ketua PKK RT 07 RW 60 Joho, Trisni Rahmasari, memiliki gagasan menghidupkan kembali pojok baca dan perpustakaan lingkungan sebagai ruang belajar masyarakat. Inisiatif tersebut disambut positif melalui penyelenggaraan pembinaan yang menghadirkan narasumber dari kalangan penggiat literasi dan pemerintah daerah.

“Harapan kami, budaya membaca tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi ini saja, tetapi benar-benar menjadi kebiasaan di keluarga dan lingkungan masyarakat sehingga mampu melahirkan generasi yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing,” harap Retnaningsih.

Pada kesempatan yang sama, Trisni Rahmasari menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pokja II TP PKK Kalurahan Condongcatur. Materi yang disampaikan sangat inspiratif, menambah wawasan, dan memberikan semangat baru untuk mengembangkan budaya membaca di lingkungan kami. Ini menjadi Jumat yang penuh berkah dan ilmu,” kata Trisni.

Baca Juga:  TPA Masjid Fathul Iman Juara Umum Lomba Ramadan Ceria

Selama kegiatan berlangsung, peserta antusias mengikuti sesi diskusi maupun praktik mendongeng yang dipandu Bunda Cahaya. Beberapa peserta diberi kesempatan tampil di depan untuk mempraktikkan teknik bercerita yang komunikatif dan menyenangkan.

Berbagai penelitian di bidang pendidikan menunjukkan bahwa kebiasaan membaca dan aktivitas mendongeng sejak usia dini dapat meningkatkan kemampuan literasi, memperkaya kosakata, mengembangkan imajinasi, memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak, serta membangun karakter positif melalui pesan-pesan moral yang terkandung dalam cerita.

Melalui kegiatan ini, TP PKK Pokja II Kalurahan Condongcatur berharap semakin banyak keluarga menjadikan membaca dan mendongeng sebagai rutinitas di rumah sehingga minat baca anak maupun masyarakat dapat terus meningkat dan menjadi bekal penting dalam membangun generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (*)

Tinggalkan Komentar