Berada di Tengah Kampung, Bakso Pak Sehan Klangenan Warga Perantauan

 Berada di Tengah Kampung, Bakso Pak Sehan Klangenan Warga Perantauan

Pak Sehan menyiapkan bakso super isi cincangan daging sapi bertabur sambal kacang. (Foto: Wiradesa)

PURWOKERTO – Mencari kuliner bagian dari tradisi mudik. Jauh-jauh dari perantauan, tak lengkap rasanya bila tak mampir icip-icip aneka jajanan khas kampung halaman. Di Purwokerto, pada musim libur Lebaran, sejumlah warung kuliner legendaris dipadati pengunjung, sebagian besar warga luar kota yang tengah menumpahkan kerinduan terhadap suasana kota asal.

Tak hanya tempat kuliner di lingkungan kota sekitar Alun-alun Purwokerto, tempat kuliner di desa turut kebagian rezeki melimpah atas kehadiran para pemudik. Salah satunya Bakso Super Sehan milik Pak Sehan warga Desa Beji RT 1 RW 11, Kedungbanteng. Pada Kamis 5 Mei 2022 sekitar pukul 17.00, sejumlah pengunjung terpaksa balik kanan lantaran bakso daging sapi sudah ludes terjual.

“Bakso sudah habis. Siang tadi berjubel pengunjung,” kata Dwi Rahayu, salah satu anak Pak Sehan yang turut bantu jualan.

Memesan bakso sapi super, wiradesa.co masih sempat memesan satu mangkok menjelang tutup sore itu. “Bakso paling gede, gampangnya menyebut bakso super. Isinya cincangan daging sapi. Bakso gede satu, bakso lebih kecil ada empat. mie, kuah dan ada tambahan sambal kacang. Kalau mau tambahan pakai ketupat. Biar pun tak Lebaran tetap sedia ketupat. Khasnya begitu,” ujar Pak Sehan yang mengaku dulu jualan bakso pikulan mulai harga ratusan rupiah per mangkoknya.

Yang unik, warung Pak Sehan sedikit tersembunyi. Bagi orang yang belum kenal atau belum berlangganan boleh jadi akan bertanya beberapa kali sebelum sampai ke warung bakso di tengah perkampungan. Gang masuk menuju tempat Pak Sehan jualan bakso pun hanya dapat dilalui sepeda motor atau jalan kaki.

“Kalau makan di sini, kapasitas tempat duduk ya sekitar 30-an orang. Memang yang jajan ke sini biasanya tahu dari getok tular. Dari pelanggan yang sebelumnya jajan ke sini lalu mengajak teman, keluarga,” ucapnya.

Baca Juga:  Berdayakan Ekonomi Lewat Kerajinan Rajut

Pak Sehan pun tak mau menyebut angka pasti berapa kilogram daging sapi dan berapa porsi bakso terjual hariannya. Dia berujar selagi bakso masih ada, warungnya buka bisa sampai pukul 20.00 namun bila sore hari telah habis, warung akan langsung tutup.

Didominasi kuah kaldu rasa gurih, irisan daging sapi di dalam memang teksturnya sedikit kasar bercampur urat. Namun cita rasa daging sapi secara keseluruhan memang terasa kuat.

Dan keramahan khas banyumasan ala Pak Sehan sanggup menumbuhkan keakraban antara dia sebagai pedagang bakso dan para pelanggan. Hal itu diakui Waris, salah satu pelanggan bakso Pak Sehan.

“Pak Sehan gampang diajak ngobrol. Jadi kayak sudah sama teman saja. Harga juga terjangkau seporsi Rp 16 ribu,” kata Waris warga asli Parakanonje. (Sukron)

Sukron Makmun

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: