Oleh: Sihono HT
Jurnalisme pangan merupakan aliran jurnalistik yang fokus liputannya pada hal-hal yang terkait dengan pangan. Liputan ini bisa menjadi alternatif pembuatan karya jurnalistik yang mendukung kemandirian pangan di Indonesia.
Poin-poin penting dalam kemandirian pangan, antara lain produksi dalam negeri, keanekaragaman pangan, pemanfaatan potensi lokal, jaminan pemenuhan, serta strategis dan bermartabat. Hal ini menjadi wujud kedaulatan bangsa untuk menghindari kerawanan pangan akibat ketergantungan asing.
Setidaknya ada empat jenis atau bentuk karya jurnalistik peduli pangan yang dilaksanakan dan dikembangkan Wiradesa Group. Empat jenis karya itu berupa tulisan, foto, video, dan grafis. Hasil karyanya tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga teknis, analisis, dan inspiratif.
Seperti tulisan jurnalisme pangan, struktur tulisannya meliputi judul, teras (lead), tubuh, dan penutup. Judulnya memuat pokok gagasan dan diupayakan memikat. Sedangkan lead-nya bersifat informatif berdasarkan fakta, aktual, dan menjadi perhatian masyarakat, khususnya para pelaku usaha di bidang pangan.
Untuk tubuh berita berisi hal-hal yang terkait dengan teknis budidaya meliputi cara budidaya, persiapan lahan, proses penanaman, pemeliharaan, dan panen. Tentunya didukung dengan sejumlah narasumber kompeten. Seperti petani, ahli pangan, tenaga penyuluh, dan kepala dinas terkait.
Kemudian didukung dengan analisis bisnisnya. Keuntungan yang didapatkan para petani, dengan menghitung biaya pengeluaran dan hasil yang didapatkannya. Jika biaya lebih kecil dari pendapatan maka petani untung. Semakin besar keuntungannya maka semakin layak untuk ditampilkan.
Sedangkan penutup merupakan kesimpulan pesan. Diupayakan pesannya menginspirasi pembaca, pemirsa, dan berbagai pihak atau audience media. Selanjutnya konsumen media terinspirasi untuk menanam, memelihara, dan mengupayakan pangannya sendiri. Menanam apa yang dimakan, dan memakan apa yang ditanam.
FORMAT TULISAN JURNALISME PANGAN
Judul
Aspek Pesan: Memikat
Instrumen Berita: Pokok gagasan
Deskripsi:
Bonsai Belimbing Merah Hasilnya Melimpah
Teras Berita / Lead
Aspek Pesan: Informatif
Instrumen Berita:
– Faktual
– Aktual
– Jadi perbincangan/perhatian
– Populer/trending/up to date
Deskripsi:
Pembudidaya belimbing Bangkok merah di Dusun Beteng, Desa Margoagung, Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, berhasil menemukan cara agar hasil pohon belimbingnya bagus, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Caranya, pohon itu dibonsai atau dipotong setinggi tubuh petani atau pemilik pohon belimbing.
Tubuh Berita – Teknis
Instrumen:
– Cara budidaya
– Persiapan lahan
– Proses penanaman
– Proses pemeliharaan
– Panen
Deskripsi:
“Saya sekarang sangat puas dengan hasil dari pohon-pohon yang dibonsai seperti ini,” kata Septri Sugiharta sambil menunjuk pohon-pohon belimbing yang ada di sekitar rumahnya, Jumat 9 April 2021. Ada 125 pohon belimbing Bangkok merah yang ditanam di pekarangannya.
Cara membonsai ini didapatkan setelah Septri menanam belimbing Bangkok merah selama delapan tahun. Awalnya di tahun 2013, alumni Bahasa Jerman Universitas Negeri Yogyakarta ini, membiarkan pohon belimbingnya tumbuh secara alamiah. Sehingga tumbuh menjulang tinggi.
Namun dengan ketekunan dan kedisiplinannya merawat pohon belimbing, akhirnya suami Mulda Eka Pustika Rani ini dengan mantap memutuskan untuk memotong pohon setinggi tubuhnya. Semua pohon belimbing di pekarangan rumah dipotong dibuat bonsai. Ternyata setelah dibonsai hasil buahnya sangat memuaskan.
Tubuh Berita – Analisis
Instrumen: Perbandingan biaya dan pendapatan
Deskripsi:
Septri menjelaskan jika dulu satu pohon belimbing Bangkok merah menghasilkan sekitar 10 kilogram, setelah dibonsai hasilnya menjadi 3, 4, sampai 5 kali lipat. Selain itu rasanya juga tambah manis, seger, dan tidak cepat membusuk. “Jika dulu menghasilkan 10 kilogram, sekarang bisa 50 kilogram,” ungkap Septri.
Harga belimbing Bangkok merah saat ini Rp 29 ribu. Kalau satu pohon bisa memanen 50 kilogram, maka dalam waktu sekitar tiga bulan, sudah menghasilkan Rp 1.450.000. Jika punya 100 pohon saja, maka dalam waktu tiga bulan dapat meraup pendapatan Rp 145.000.000. Jadi setiap bulan menghasilkan Rp 48.000.000.
Penutup
Aspek Pesan: Inspiratif
Instrumen: Kesimpulan/pesan
Deskripsi:
“Potensi ekonominya luar biasa. Maka saya sudah sepakat dengan istri untuk terus menekuni budidaya belimbing Bangkok merah,” tegas Septri. Dengan ketekunan, kedisiplinan, dan totalitasnya, anak muda ini memiliki masa depan yang cerah menjadi petani belimbing.
Contoh Tulisan:
Bonsai Belimbing Merah Hasilnya Melimpah
(https://mandiripangan.com/cara-okulasi-belimbing-bangkok-merah-dengan-teknik-sambung-samping/)
FOTO
Foto Jurnalisme Pangan merupakan gambar atau hasil pemotretan yang menjelaskan tentang budidaya dan hasil pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan hal-hal yang terkait dengan pangan. Diupayakan dalam satu gambar bisa menerangkan tentang sumber pangan, sumber daya manusia, dan hasil pangan.
Perkembangan teknologi informasi, khususnya terkait dengan kamera, saat ini hanya dengan handphone (android) sudah mampu menghasilkan gambar dengan standar jurnalistik. Misalnya dengan Hanphone (android) Redmi Note 9 Pro by Xiaomi menghasilkan gambar yang layak diuplaod di media siber, seperti mandiripangan.com.
Contoh Foto:
Petani belimbing Septri Sugiharta, warga Dusun Beteng, Desa Margoagung, Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, bangga memperlihatkan hasil pengembangan belimbing Bangkok merah di pekarangan rumahnya, Jumat 9 April 2021.
(https://i1.wp.com/mandiripangan.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG_20210412_091838.png?w=950&ssl=1)
VIDEO
Video jurnalisme pangan merupakan produk video jurnalistik yang memadukan unsur visual, teks, suara. Visual tentang suasana usaha pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, dan hal-hal yang terkait bidang pangan. Kemudian teks tentang data dan ditambah suara narasumber kompeten.
Contoh Video:
Bonsai Belimbing Bangkok Merah Hasilnya Melimpah
https://www.youtube.com/watch?v=2d-lSxdeGvg&t=55s
Contoh video di atas diproduksi dengan tiga perekaman gambar (3 scene). Scene pertama waktunya 1.16 menit, kedua 1.28 menit, dan ketiga 1.20 menit dengan alat handphone (android) Xiaomi Redmi Note 9 Pro. Sedangkan editing memakai Laptop MSI GL63 BRD 427ID prosesor Core i7 8750 dan RAM 8 Gb.
GRAFIS
Grafis jurnalisme pangan merupakan pemaparan data atau cara budidaya dengan grafis. Diharapkan infografis ini mudah dipahami oleh khalayak atau konsumen media siber. Biasanya dilengkapi dengan gambar penunjang yang menarik. Enak dilihat, gampang dibaca, dan mudah dipahami.
Contoh Grafis:
Tujuh Langkah Okulasi
Jurnalisme pangan jika terus dilaksanakan dan dikembangkan akan mendukung kemandirian pangan di Indonesia. Maka sudah saatnya para jurnalis, ada yang fokus atau mengambil spesialis jurnalisme pangan dengan menghasilkan karya-karya jurnalistik peduli pangan. (*)
Penulis
Sihono HT
Founder Wiradesa Group
Pelaksana dan Pengembang Jurnalisme Pangan








