Ngrawan Art Festival 9: Tontonan Tuntunan

Pagelaran tari di NAF 9. (Foto: Istimewa)

Ngrawan Art Festival ke-9 yang berlangsung pada tanggal 9 sampai 16 September 2023 berlangsung meriah. Setidaknya ada tiga agenda yang ramai pengunjungnya atau menyita perhatian masyarakat, yakni pagelaran tari, live moral, dan pameran foto lawas.

Menari adalah hobi kolektif bagi masyarakat Desa Ngrawan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Terdapat 6 sanggar kesenian rakyat yang tersebar di 5 Dusun. Masing-masing kelompok kesenian memilik beragam tarian yang para pelakunya terdiri atas lintas umur, dari anak-anak, pemuda dan orang tua.

Tari-tarian yang dikembangkan dan dipentaskan, antara lain tari prajuritan, kepang papat, topeng gecul, lembu tanon, rodatin, eka karya, soreng, warok, topeng ireng, semarang serasi dan masih banyak lagi.

Pagelaran Ngrawan Art Festival diinisiai oleh Karang Taruna Desa Ngrawan sejak 2013. Mengangkat semangat “Tontonan Tuntunan”, yaitu hiburan sekaligus pembelajaran.

Di pagelaran yang ke 9 ini, tema yang diangkat adalah Jo9o Roso, merupakan seri sambungan dari pagelaran di tahun lalu, Nyam8ung Roso. Rangkaian NAF 9 meliputi Urun Rembug, Babar Karya, Loka Karya, Srawung Sanggar, Srawung Peken dan Pagelaran Tari.

Urun Rembug pada NAF 9. (Foto: Istimewa)

Jagongan bebarengan yang diikuti oleh para pelaku seni dari 6 sanggar kesenian, mengundang praktisi tari, Agung Tri Yulianto S.Sn, lulusan ISI Yogyakarta, biasa disapa Agung Cendhik. Dia seorang koreografer dan penari yang telah menghasilkan 45 karya tari dan sudah melalang buana pentas di berbagai negara.

Baca Juga:  Komunitas Jembatan Edukasi Siluk Siap Berkontribusi Isi Konten TV Digital

Dalam urun rembug ini membahas tentang mengenal kembali konsep dasar menari, wirogo, wiromo, wiroso. Mas Cendhik bercerita banyak hal, dari proses pembuatan tari, identitas sebuah tarian, juga pengalamannya pentas di berbagai negara.

Hal tersebut membuat para pelaku seni khususnya di wilayah Desa Ngrawan, mendapatkan ilmu dan jaringan baru. Urun Rembug dilaksanakan Sabtu malam 9 September 2023 bertempat di Sanggar Omah Cikal.

Lalu, hari Sabtu 16 september 2023, bertempat di Lapangan Bengkok Padan, Desa Ngrawan, rangkaian NAF 9 dimulai dengan senam dan jalan sehat, yang diikuti oleh murid-murid SD Ngrawan 02, TK Kuncup Mawar dan para warga. Berkerjasama juga dengan komunitas Kampung Dongeng Semarang @kado.semarangraya, untuk kegiatan loka karya pembuatan kolase dari dedaunan.

Sembari anak-anak bermain dan belajar pada kegiatan loka karya, di sisi yang berbeda juga berlangsung cek kesehatan gratis yang dibantu tenaga kesehatan dari Puskesmas Getasan. Warga mendapatkan fasilitasi cek tensi darah, cek gula darah, asam urat, kolesterol dan konsultasi dokter. Lebih dari 100 orang yang mengikuti cek kesehatan ini.

Baca Juga:  1.999 Lansia di Purbalingga Sudah Dapatkan Vaksin Covid-19 Dosis Kedua
Babar Karya, pameran foto lawas. (Foto: Istimewa)

Pada pintu masuk menuju panggung utama NAF 9, para pengunjung melewati pager widik, terpajang karya berupa foto lawasan, wayang beber rejeb dan saparan karya karang taruna Desa Ngrawan.

Pameran foto lawasan menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Ngrawan. Mereka bertamasya ke masa lalu, mengingat lagi kenangan-kenangan yang telah pergi. Kelangan Kelingan.

Di pos selanjutnya, pengunjung akan melihat live mural dari teman-teman tiptag graffiti, para perupa yang terdiri dari @alodiayap @alhakim_fk @dhiape23 @pixel.rane @quarterssss @teguh_widarto, datang ke NAF 9 sembari merespon 6 sanggar kesenian.

Masing-masing sanggar kesenian digambar oleh para perupa pada media triplek ukuran 366 cm x 732 cm. Cat berbahan dasar air, cat semprot dan kuas disediakan oleh Nippon Paint yang menjadi sponsorship pada pagelaran ini. @nipponregional3 @nipponpaintindo @pyloxindonesia.

“Srawung Sanggar menjadi hal baru bagi masyarakat lereng Gunung, khususnya Merbabu, Telomoyo dan sekitarnya. Seni mural yang identik dengan kultur kota, bertemu dengan seni kerakyatan lereng gunung. Ini bagian dari toleransi seni, guna memperkaya khasanah pemaknaan terhadap kesenian itu sendiri, bahwa berkesenian bisa melalui banyak wujud; musik, tari, gambar dan masih banyak lagi,” ujar Dwi Purwoko, Panitia NAF 9.

Baca Juga:  Bedah Buku "Salah Kaprah Aksara Jawa" Ungkap Dinamika Budaya dan Solusi Digital

Pagelaran Tari

Panggung utama NAF 9 bertempat di Joglo Bengkok Padan, pernak-pernik dan dekorasinya menggunakan bambu. Per sanggar kesenian menampilkan 2 tarian yang beragam, berlangsung mulai jam 14.00 – 00.00 wib. Pelaku kesenian yang terlibat kurang lebih 400 orang.

“Sebagai panggung apresiasi bagi pelaku seni, juga menjadi media hiburan rakyat yang mudah diakses bagi semua kalangan. Pasar dadakan atau kami menyebutnya Srawung Peken, melibatkan para pelaku UMKM setempat, menambah keberagaman pada pegelaran NAF 9 ini,” jelas Dwi Purwoko.

Stand-stand dagangan warga berjejeran dengan aktivitas NAF 9; pameran, live mural, pertunjukan tari, loka karya, cek kesehatan, bagi-bagi doorprize dari Nippon Paint, menyajikan suasana yang hangat, rukun dan menyenangkan.

Panitia NAF 9 menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah nyengkuyung; Pemerintah Desa Ngrawan, Masyarakat Desa Ngrawan, Sanggar-sanggar Kesenian, Nakes Puskesmas Getasan, LINMAS, para sponsor; Nippon Paint, Tunas Multi Data Internet, Gapoktan, Air Mineral Sukabela, TB Maulana dan semuanya yang bersinggungan dan tidak bisa kami sebutkan satu persatu. Semoga ekosistem ini senantiasa hidup dan terus bertumbuh. (*)

Tinggalkan Komentar