Rektor UIN Yogyakarta: Siaran TV Digital Perlu Pijakan 8 Nilai Brata

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Prof. Phil Al Makin (Foto: Istimewa)

YOGYAKARTA – Siaran TV Analog akan beralih ke Siaran TV Digital. Masyarakat Indonesia nantinya dapat menikmati Siaran TV yang bersih gambarnya, jernih suaranya, dan semakin canggih teknologinya.

Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Al Makin mengajak masyarakat Indonesia untuk dapat beradaptasi dengan kehadiran Siaran TV Digital. Dengan hadirnya TV Digital menawarkan semakin banyak konten siaran. Tentunya juga diiringi dengan tantangan yang semakin luas.

“Demokratisasi telah menawarkan kebebasan prosedur, tetapi perlu diingat oleh bangsa Indonesia kebebasan apa pun yang dapat kita nikmati, tetap diperlukan sikap tawasul untuk kembali ke akar, fadilah, value, kebijakan, keutamaan, dan nilai-nilai luhur bangsa. Dan itu perlu terus diperjuangkan dalam setiap konten Siaran TV publik,” katanya dalam Forum Diskusi Publik Partisipasi Masyarakat Menyongsong TV Digital, di Gedung Prof. H.M. Amin Abdullah UIN Sunan Kalijaga, Senin (23/5/2022).

Menurut Prof Al Makin, dengan semakin banyaknya konten siaran beserta tantangan yang semakin luas, maka siaran TV Digital perlu pijakan 8 nilai Brata (keutamaan). Pertama, Indra Brata yaitu menjadi penyejuk masyarakat. Yang kedua Yama Brata, menegakkan keadilan dan mengayomi masyarakat. Ketiga, Surya Brata yang berarti menyinari. Selanjutnya Candra Brata, memberi lentera di saat gelap.

Baca Juga:  Hadapi Pandemi Covid-19, Kemensos Pastikan Program Bantuan Sosial Tidak Terganggu

Kelima adalah Vayu Brata, menjadi angin yang menyebarkan kebaikan. Keenam Prthiwi Brata, menjadi pijakan saat masyarakat bimbang. Ketujuh Varuna Brata, menjadi samudera yang mampu mengatasi gejolak dengan arif dan bijaksana. Kemudian, Agni Brata, memberi semangat di saat partisipasi masyarakat meredup/apatis.

Forum Diskusi Publik Partisipasi Masyarakat Menyongsong TV Digital, di Gedung Prof. H.M. Amin Abdullah UIN Sunan Kalijaga, Senin (23/5/2022).

Dalam kesempatan yang sama, Stafsus Menteri Kominfo Dr. Rosarita Niken Widiastuti, mengatakan bahwa tahun 2023 diharapkan seluruh wilayah Indonesia sudah terkoneksi internet. Dengan target demikian, masyarakat Indonesia di seluruh wilayah dapat menikmati Siaran TV Digital.

“Migrasi TV Digital juga untuk efisiensi frekuensi. Saat ini 90% frekuensi diduduki Siaran TV Analog, sementara TV Digital satu frekuensi bisa dipakai 6-12 Channel TV,” katanya.

Sementara itu, menurut Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi DIY, Drs. Tri Saktiyana, masyarakat banyak yang belum memahami soal TV Analog yang akan dimatikan dan beralih ke TV Digital. Masyarakat juga masih banyak mengira siaran TV Digital tidak gratis alias berbayar.

Untuk itulah, Komisioner KPI Pusat, Hardly Stefano Pariela menekankan pentingnya sosialisasi migrasi Televisi Analog ke Digital. Masyarakat luas harus tahu agar tidak kaget tiba-tiba TV analognya mati. (Ilyasi)

Tinggalkan Komentar