Sambut 40 Juta Wisatawan, BOB Kembangkan Ratusan Destinasi Desa Wisata

Direktur Utama Badan Otorita Borobudur Ir Indah Juanita MM (kanan atas) menyampaikan paparan pada Webinar Jalan Tol: Peluang Membuka Investasi Sektor Kepariwisataan di Joglosemar. (Foto: Screenshot Wiradesa)

YOGYAKARTA – Pembangunan jalan tol Yogya-Bawen punya arti penting dan strategis pada pengembangan pariwisata kawasan Jogja-Solo-Semarang (Joglosemar). Arti penting jalan tol sepanjang 75,8 kilometer dan direncanakan sebelum 2024 sudah bisa beroperasi itu diharap dapat memberi aksesibilitas dan konektivitas pada jaringan krusial banyak daerah wisata di Jawa Tengah dan DIY serta sebagian kabupaten di Jawa Timur.

Hal itu diungkapkan Mahbulloh Nurdin yang mewakili Ketua Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Prof Dr Danang Parikesit dalam seri Webinar Jalan Tol: Peluang Membuka Investasi Sektor Kepariwisataan di Joglosemar yang diselenggarakan DPD GIPI DIY, Rabu 26 Oktober 2022.

Disebutkan, multiplier effect tol Yogya-Bawen diantaranya efisiensi transportasi, mendorong pertumbuhan ekonomi lewat munculnya sentra bisnis baru, peningkatan daya saing perdagangan pada kancah global dengan menurunnya ongkos kirim barang dari pabrik menuju pelabuhan atau bandara. Adanya pembangunan tol berdampak luar biasa. Mulai serapan tenaga kerja konstruksi hingga operator jalan tol serta peningkatan pendapatan asli daerah lewat pajak bumi bangunan, pajak reklame dari tumbuhnya sentra bisnis baru.

Baca Juga:  Pemkal Condongcatur Gelar Muskalsus Ketahanan Pangan

Pada kesempatan itu, Direktur Utama Badan Otorita Borobudur (BOB) Ir Indah Juanita MM menyampaikan, pihaknya sangat berkepentingan dengan adanya pembangunan tol Jogja-Bawen khususnya dalam mendukung program destinasi wisata bertanggung jawab di wilayah kerja destinasi kawasan wisata superprioritas Borobudur. “Cakupan kerja destinasi wisata di 30 kabupaten/kota di Jawa Tengah, 5 kabupaten/kota di DIY serta 4 kabupaten di Jawa Timur,” ucap Indah Juanita.

Pertambahan potensi kunjungan wisata menjadi 40 juta wisatawan pertahun sesuai kapasitas kunjungan lewat pintu masuk Bandara YIA didukung jaringan tol ke kawasan Wisata Borobudur, lanjut Juanita, sangat membutuhkan dekonsentrasi kunjungan wisata di kawasan Joglosemar.

Strategi yang dilakukan BOB dalam upaya dekonsentrasi kunjungan wisata yakni dengan mengembangkan potensi desa wisata yang ada di wilayah kerjanya baik potensi fisik maupun rancangan event kepariwisataan lewat kalender event desa wisata.

“Tersebar 762 desa wisata di kabupaten/kota di Jawa Tengah, di DIY sebanyak 134 desa wisata sementara di 4 kabupaten di Jawa Timur Ponorogo, Ngawi, Pacitan dan Magetan terdapat 62 desa wisata. Potensi destinasi desa wisata akan kami optimalkan secara fisik juga kalender event wisata agar wisatawan betah dan nyaman. Tak lupa dalam koordinasi dekonsentrasi wisatawan ke sekian ratus destinasi (desa) wisata kami menggandeng para stakeholder terkait agar tumbuh bersama jadi sebuah ekosistem,” imbuhnya. (Sukron)

Tinggalkan Komentar