KLATEN- Ketika berbicara tentang wisata air di Klaten, Jawa Tengah, bayangan akan langsung tertuju pada deretan umbul populer yang selalu ramai pengunjung. Namun, di tengah hiruk pikuk destinasi wisata yang telah dikelola secara masif, tersimpan sebuah mata air kecil yang masih murni dan asri yaitu Umbul Kroman.
Terletak di Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Umbul Kroman menawarkan sebuah pengalaman yang berbeda. Jauh dari loket tiket, warung-warung komersial, dan keramaian wisatawan, umbul ini menjadi oase ketenangan bagi siapa saja yang berhasil menemukannya. Untuk bisa sampai, pengunjung harus ‘blusukan’ ke area pemukiman desa.
Daya tarik utama Umbul Kroman adalah keasriannya. Dasar umbul yang berupa bebatuan alami dan ikan-ikan kecil yang berenang dengan lincah dapat terlihat dengan mata telanjang. Di salah satu sisi kolam terdapat sebuah mata air yang tak henti-hentinya menyemburkan air segar dari perut bumi, menjadi bukti kemurnian sumber air di tempat ini.
“Segar banget, umbulnya juga nggak terlalu dalam, sangat nyaman buat sekadar berendam,” jelas Muhlis, pengunjung asal Jogja kepada Wiradesa.co, Kamis, 18 September 2025
Keindahan tidak berhenti di kolamnya saja. Tepat di samping umbul, mengalir sebuah sungai kecil yang airnya tak kalah jernih. Harmoni antara umbul dan aliran sungai menciptakan lanskap yang asri dan menyejukkan mata. Kedua aliran air ini kemudian bersatu dan mengalir menuju Embung Mranggen yang berada tak jauh dari umbul. Sebuah embung yang menjadi bagian penting dari ekosistem perairan desa setempat.
Salah satu pemandangan yang menambah keaslian Umbul Kroman adalah aktivitas warga lokal. Beberapa warga memanfaatkan aliran air di ujung umbul untuk mencuci pakaian. Pemandangan ini justru menjadi penanda bahwa umbul masih menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat, sebuah potret otentik yang jarang ditemui di tempat wisata lain.
Bagi pengunjung yang datang di waktu yang tepat, suasana sepi di Umbul Kroman memberikan sensasi seolah memiliki kolam pribadi. Tanpa adanya pengunjung lain, suara gemericik air dari sumber dan aliran sungai menjadi satu-satunya musik alam yang menemani, menjadikannya tempat yang ideal untuk melepaskan penat dan menyatu dengan alam.
Berbeda dengan destinasi wisata air lainnya, Umbul Kroman hingga kini masih gratis dan belum tersentuh pengelolaan komersial. Kondisinya yang serba alami menjadi daya tarik sekaligus tantangan untuk menjaganya agar tetap lestari. (Yuniar Avicenna)







