SJD  

Segera Daftar Sekolah Jurnalisme Desa #2 di Resto Seribu Batu Mangunan: Gratis dan Terbuka Bagi Pemuda-Pemudi Desa

Resto Seribu Batu tampak asri penuh pepohonan yang rindang dan nyaman di destinasi wisata desa Mangunan, Rabu (22/3/2023). (Foto: Wiradesa)

BANTULWiradesa.co, sebuah media siber yang fokus ke desa, akan kembali melaksanakan Sekolah Jurnalisme Desa (SJD). Proses belajar, berkarya, dan berbagi informasi desa angkatan kedua dilaksanakan di Resto Seribu Batu Mangunan.

“Rencananya SJD angkatan kedua akan kami laksanakan tanggal 15 dan 16 April 2023,” jelas Ilyasi, Direktur Sekolah Jurnalisme Desa, Rabu 22 Maret 2023. Para pemuda-pemudi desa yang berminat membuat dan mempublikasikan potensi desanya diharapkan segera mendaftar melalui email sekolahjurnalismedesa@gmail.com atau whatsapp ke 0895 3575 14506.

Peserta tidak dipungut biaya alias gratis. Untuk kelancaran pembelajaran, panitia menyediakan modul, konsumsi, proyektor, layer, sertifikat, dan kaos. Peserta SJD angkatan 2 dibatasi 25 orang dan diprioritaskan berasal dari desa di wilayah Kabupaten Bantul.

Rencananya setelah pelaksanaan di Kulonprogo dan Bantul, SJD selanjutnya akan digelar di Sleman dan Gunungkidul. Upaya peningkatan kapasitas sumberdaya pemuda-pemudi desa di bidang jurnalistik, khusus di Bantul didukung Perum Peruri.

Baca Juga:  Pemuda Desa menjadi Petani Modern, Kenapa tidak?

Diharapkan para peserta mampu membuat karya jurnalistik, baik itu berupa teks (tulisan), gambar (foto), suara (potcast), maupun perpaduan antara teks, suara dan gambar (video). Sebelum praktik membuat karya, panitia menghadirkan tiga narasumber, yakni lurah inspiratif, tokoh penggerak wisata desa, dan penguji kompetensi wartawan Indonesia.

Untuk menghasilkan pewarta desa yang sensitif, kritis, dan sulotif, pengelola menyiapkan materi empat pilar jurnalisme desa. Empat pilar itu meliputi Desa (Villages), Pewarta Desa (Village Reporter), Karya Jurnalistik (Journalistic Works), dan Khalayak (Audience).

Peserta yang disiapkan menjadi pewarta desa, akan mendapat pembekalan tentang pemahaman dan bagaimana melaksanakan kode etik jurnalistik dan undang-undang pers pada karya jurnalistik peduli desa. Kemudian bagaimana merencanakan liputan, cara mengumpulkan bahan berita, membuat karya, dan membangun jejaring.

Segera mendaftar, karena penyelenggara SJD membatasi peserta hanya 25 orang. Panitia akan memprioritaskan kepada pemuda-pemudi yang berminat di bidang jurnalistik, khususnya yang telah menjadi admin website desa atau mengelola system informasi desa. (*)

Tinggalkan Komentar