Ketandan Sentra Jual Beli Velg dan Ban di Yogyakarta

 Ketandan Sentra Jual Beli Velg dan Ban di Yogyakarta

Tempat jual beli velg dan ban di Jalan Wonosari Ketandan. (Foto: Wiradesa)

YOGYAKARTA – Sepanjang Jalan Wonosari, Ketandan, merupakan sentra jual beli velg dan ban mobil di Yogyakarta. Di sini tersedia velg dan ban, baik baru maupun bekas. Harganya standar dan para perajinnya menerapkan budaya paseduluran.

“Cocok bayaran, belum cocok paseduluran”. Itulah semboyan yang terpampang di tempat jual beli Mas Ari Velgban di Jalan Wonosari Ketandan. Ada belasan tempat jual beli velg dan ban mobil di sepanjang jalan ini, tetapi mereka akur, seperti sedulur.

Seperti tempat Mas Ari Velgban juga bersebelahan dengan ruko jual beli velg dan ban lainnya. Mereka memiliki pelanggan masing-masing. Jika ada konsumen baru, dipersilakan untuk memilih yang dianggap nyaman dan cocok.

“Para pengusaha jual beli velg dan ban mobil di sini memang ada kaitan keluarga. Ayah saya memulai usaha di samping PLN. Saat kios-kios di situ dibersihkan, kami geser ke timur, tetapi masih satu jalan,” ujar Mas Ari, Kamis 28 April 2022.

Sekarang Mas Ari dan adiknya berusaha sendiri. Lalu bermunculan pengusaha lainnya yang menawarkan jasa yang sama. Namun cara berusahanya layak diacungi jempol. Mereka sama-sama cari rezeki. Tumbuh bersama, tidak saling mematikan.

Contoh berusaha di sentra jual beli velg dan ban di Jalan Wonosari Ketandan, misalnya jika salah satu pengusaha tidak memiliki velg atau ban yang diinginkan konsumen, maka diarahkan ke pengusaha lain. Begitu juga sebaliknya.

Harga velg dan ban juga standar dan menerapkan sistem paseduluran. Harga ban bekas bervariasi tergantung dengan ukuran velg dan mereknya. Saat ada konsumen yang ingin membeli ban bekas untuk mobil Honda City, Mas Ari Velgban menawarkan harga Rp 250 ribu untuk satu ban.

Baca Juga:  Slamet 'Aliando' Riyanto; Siapkan Lahan Hijau Buat Pakan Ternak Kambing PE

Harga ban bekas, antara Rp 250 ribu sampai Rp 400 ribu. Sedangkan ban baru sekitar Rp 700 ribu. Sekali lagi, tergantung dari kualitas ban dan mereknya. Untuk ban bekas, jika masih bagus, maka juga lebih tinggi. Perajin di sentra velg dan ban Ketandan, semuanya pantang untuk menipu. Karena jika tidak jujur, pasti akan ditinggal pelanggan atau konsumen.

Pelayanannya juga seperti sedulur. Seperti di Mas Ari Velgban, pemasang memberi masukan atau pertimbangan, agar ban belakang dipindah ke velg depan. Soalnya ban belakang masih bagus. Lantas juga menyarankan agar semua ban dicek volume udaranya. Semua pelayanan itu gratis atau tidak menambah harga ban yang disepakati di awal.

Salah satu konsumen bernama Subagyo dari Pringgolayan, mengaku berlangganan di  tempat Jalan Wonosari Ketandan, karena pelayanannya bagus, seperti sedulur. Meski jasa tambal ban banyak, namun Pak Bagyo memilih tambal ban di sentra jual beli velg dan ban Ketandan, depan Pom Bensin Ketandan. (Ono Jogja)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: