Musim Pandemi Sejumlah Produk Home Dekor Larissa Craft Dicari Pembeli

Sri Astutik (Bu Tutik) dengan aneka produk home dekor di kios Pasar Beringharjo. (Foto: Wiradesa)

YOGYAKARTA – Aneka produk serat alam berbahan mendong, pandan, enceng gondok hingga pelepah pisang terdisplai apik di gerai Larissa Craft, Pasar Beringharjo Lantai 2 Blok E2 Los 3 berdampingan dengan aneka produk dompet hingga tas kulit serta produk-produk rajut nilon di gerai milik Larissa Craft. Sri Astutik owner Larissa Craft mengungkapkan, aneka produk serat alam masuk kategori produk home dekor, terbilang laku keras dan dicari pembeli.

“Di saat pandemi sejak dua tahun lalu kios tetap buka. Cuma pembeli yang datang langsung ke kios Beringharjo jumlahnya menurun. Saat lockdown, PPKM, orang-orang nggak datang belanja langsung. Meski begitu, produk-produk home dekor justru tambah peminat. Beberapa produk pernak-pernik banyak dicari. Mungkin karena orang lebih banyak di rumah. Mereka pada cari kesibukan rapi-rapi, menata rumah. Salah satunya dengan memasang aneka hiasan home dekor itu,” terang sosok yang akrab disapa Bu Tutik kepada wiradesa.co beberapa waktu lalu.

Mengenalkan aneka produk tas kulit, tas rajut, tas anyaman serat alam hingga kerajinan home dekor, Bu Tutik mengaku banyak menggunakan trik getok tular. Juga menggunakan media kartu nama serta model promo online. Meski cara pemasaran terbilang sederhana, pelanggan Bu Tutik terbilang loyal dan setia. Perempuan yang tinggal di Jalan Palagan Tentara Pelajar Sedan Sariharjo Ngaglik, Sleman itu menceritakan, kiosnya kerap dikunjungi istri pejabat terutama sebelum masa pandemi.

Baca Juga:  Sisno Adi, Tekuni Budidaya Melon Madu

“Keseharian ya begini. Adang-adang calon pembeli. Jaga kios. Ngaruhke yang lewat di depan kios. Nawarin, mempersilakan nengok-nengok lihat tas. Ramah, tegur sapa, senyum, memang harus seperti itu saat menyambut calon pembeli,” ujar Bu Tutik yang jualan aneka produk tas kulit, tas anyaman pandan, dan produk lainnya sejak 2008.

Menurutnya, produk home dekor yang tersedia cukup lengkap. Meski begitu beberapa item produk bisa saja kosong lantaran diborong pembeli. Produk berlapis ayaman yang tersedia seperti kursi meja, karpet, boks tisu, boks-boks lain, keranjang pakaian, pelapis pot bunga atau guci, tatakan piring, dan pernak-pernik lainnya. “Kisaran harga dari produk pernik-pernik kecil hingga yang agak besar seperti meja kayu kursi kayu berlapis anyaman tersedia. Calon pembeli yang datang biar leluasa memilih. Mana yang dibutuhkan mana yang disukai kami update terus. Share lewat Whats App, IG. Yang nggak sempat datang mau beli lewat jasa titip juga bisa. Kiriman produk via paket pun selama ini biasa kami lakukan. Para reseller juga banyak kami layani. Mereka belanja produk untuk kembali dijual seperti para pebisnis online,” terang Bu Tutik.

Baca Juga:  Dorong Pertumbuhan Industri Keuangan, 784 Pekerja Industri Jasa Keuangan Divaksin Covid-19

Kualitas dagangan yang terjaga, menurut Bu Tutik membuat produk jualannya seperti tas kulit akan awet. Juga produk home dekor. Secara fisik terlihat dari anyaman yang kuat, pengerjaan rapi. Jahitan pada produk-produk tas dan home dekor telihat halus. “Dulu zaman sebelum pandemi orang beli tas bukan saja untuk koleksi pribadi. Beberapa pelanggan mengaku memesan model tas tertentu buat suvenir. Pembeli tentu sudah punya referensi. Mereka umumnya teliti. Paham kualitas. Juga paham harga pasaran. Kalau di sini harganya masuk, terjangkau. Pelanggan luar Yogya biasanya akan menyempatkan mampir. Melihat dan mencari produk tas dan produk lain dengan model terbaru. Namun untuk saat ini yang pemasarannya kencang justru di produk home dekor,” jelas Bu Tutik sembari menyebut rentang harga produk home dekor antara Rp 70 ribu hingga Rp 1 jutaan. (Sukron)

Tinggalkan Komentar